Simpan 3 Paket Shabu, Penjaga Keamanan di Sematang Borang Dituntut 7 Tahun Penjara

SIDANG TUNTUTAN---Terdakwa Pristiwa Novri (24) menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Palembang, Kamis (22/10/2020).

Palembang, Sumselupdate.com-Pristiwa Novri (24), terdakwa kasus shabu dituntut 7 tahun penjara denda Rp1 miliar dan subsider 2 bulan, dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Palembang, Kamis (22/10/2020). Terdakwa duduk di kursi pesakitan karena memiliki 3 paket shabu, yang dia pakai sekaligus diedarkan.

Tuntutan itu dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Isnaini. Usai pembacaan tuntutan, majelis hakim Toch Simanjuntak menanyakan apakah terdakwa mengajukan pembelaan.

Bacaan Lainnya

Namun kuasa hukum terdakwa Devi meminta waktu kepada majelis hakim untuk menyiapkan pembelaan (pledoi) selama satu minggu.

“Minta waktu untuk mengajukan pledoi Kak hakim,” kata kuasa hukum terdakwa.

Selang beberapa menit, majelis hakim pun menyepakati dan menyetujui sehingga sidang ditunda minggu depang.

Dalam dakwaan dinyatakan terdakwa diamankan oleh petugas kepolisian dari Polsek Kemuning pada bulan Juni 2020 di jalan Basuki Rahmat, Lorong Cambai, Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Kemuning, Palembang.

“Pada saat anggota polisi patroli di kawasan tersebut, saat itu terdakwa sedang memperbaiki sepeda motornya di pinggir jalan. Merasa curiga, petugas langsung mendekati terdakwa dan dilakukan penggeledah terhadap terdakwa,” ujar JPU dalam dakwaannya.

Saat dilakukan penggeledahan ditemukan 3 paket kecil shabu dibungkus plastik klip warna bening, yang disimpan di dalam tas pinggang terdakwa. Saat diinterogasi, terdakwa mengaku barang haram itu miliknya yang dibeli dari Mamat (DPO) seharga Rp1,5 juta.

“Selain untuk dipakai sendiri juga rencananya untuk dijual kembali,” sebut Isnaini.

Atas perbuatannya itu, JPU menjerat terdakwa dengan ancaman pidana pasal Pasal 114 Ayat (1) atau Pasal 112 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan hukuman 7 tahun penjara. (ron)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.