Sidang Masjid Raya Sriwijaya, Jaksa Tuntut Eddy Hermanto Cs 19 Tahun Penjara

Sidang dengan agenda tuntutan terhadap terdakwa Eddy Hermanto, Dwi Kridayani, Syarifudin, dan Yudi Arminto di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Palembang, Jumat (29/10/2021).

Palembang, Sumselupdate.com – Sidang dugaan korupsi pembangunan Masjid Raya Sriwijaya Palembang jilid l dengan terdakwa Eddy Hermanto, Dwi Kridayani, Syarifudin, dan Yudi Arminto, akhirnya sampai dengan agenda mendengarkan pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan (Sumsel).

Pada sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Palembang, Jumat (29/10/2021), JPU Kejati Sumsel menuntut empat terdakwa degan hukuman 19 tahun penjara.

Read More

Ditemui setelah persidangan, kuasa hukum masing-masing terdakwa mengaku kaget dengan tuntutan yang mereka nilai cukup berat tersebut.

“Tentunya kami sangat tidak menyangka dengan tuntutan JPU. Sebab bisa kita lihat dari perkara yang lebih besar dari ini, tapi tuntutannya

tidak mencapai hukuman hampir maksimal,” ujar Fauzi Helmi SH, kuasa hukum terdakwa Syarifuddin.

Dalam persidangan, JPU menyebut keempat telah melanggar Pasal 2, Pasal 3, tentang tindak pidana korupsi.

Meski sama-sama dituntut 19 tahun penjara, namun JPU menuntut para terdakwa dengan uang pengganti kerugian negara yang berbeda-beda.

Eddy Hermanto dituntut dengan hukuman 19 tahun penjara denda Rp750.000.000 subsidair 6 bulan serta diwajibkan membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp684.000.000.

Apabila tidak dibayar, maka harta bendanya akan disita selanjutnya dilelang yang apabila tidak mencukupi maka diganti dengan hukuman 9 Tahun 6 bulan penjara.

Selanjutnya, terdakwa Syarifudin dituntut dengan hukuman juga dituntut hukuman 19 tahun penjara dan denda Rp750.000.000 dengan subsidair 6 bulan.

Akan tetapi tuntutan uang pengganti kerugian negara terhadapnya lebih besar dari terdakwa Eddy Hermanto yakni sebesar Rp1.392.748.080 yang apabila tidak dibayar, maka wajib diganti dengan hukuman 9 Tahun 6 bulan penjara.

Kemudian, terdakwa Dwi Kridayani dituntut dengan hukuman 19 tahun dan denda Rp750.000.000 dengan subsidair 6 bulan.

Selain itu terdakwa juga diwajibkan membayar uang penganti kerugian negara sebesar Rp2.500.000.000, yang apabila tidak dapat dibayar, maka wajib diganti dengan hukuman 9 Tahun 6 bulan penjara.

Sedangkan untuk terdakwa Yudi Arminto dengan hukuman 19 tahun, denda Rp750.000.000 dengan subsidair 6 bulan.

Serta terdakwa diwajibkan membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp22.446.427.564, yang mana jika tidak dapat dibayar diganti dengan hukuman 9 Tahun 6 bulan penjara.

Terpisah, Kasi Penkum Kejati Sumsel, Khaidirman, SH, MH mengatakan, JPU pastinya sudah mempertimbangkan berbagai hal untuk memberikan tuntutan terhadap setiap terdakwa.

“Seperti yang memberatkan di antaranya, kasus ini terjadi pada masjid rumah ibadah umat dan para terdakwa tidak menyesali perbuatannya,” tutupnya. (ron)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.