Sidak ke Agen Gas Melon, Disdagprin PALI Duga Ada Oknum Pengecer ‘Nakal’

Plt. Kepala Disdagprin kabupaten PALI, saat sidak ke pangkalan gas bersubsidi milik Agen PT Hartika, di kelurahan Handayani Mulya

PALI, Sumselupdate.com — Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagprin) kabupaten PALI, menduga ada oknum pengecer gas bersubsidi ukuran 3 kg yang sengaja menaikkan harga ke warga yang hendak membutuhkan.

Hal diketahui saat Plt. Kepala Disdagprin kabupaten PALI, Ida Martini melakukan sidak langsung ke pangkalan-pangkalan penjual gas yang kerap disebut sebagai gas melon tersebut.

Read More

Hasilnya, pasokan gas melon di agen cukup dan tepat waktu dalam menyalurkan gas melon sesusai kuota ke pangkalan-pangkalan yang ada di wilayah kabupaten PALI.

Ida Martini juga mengungkapkan bahwa pada Sidak bersama Sekda, Satpol.PP dan OPD terkait lainnya beberapa waktu lalu pihaknya mencari penyebab langka dan mahalnya harga gas melon.

“Sebenarnya pasokan gas dan harga dari agen normal-normal saja. Ini kami yakini bahwa ada oknum pengecer yang ‘nakal’ yang menjual mahal gas melon ke masyarakat. Saat ini masih kita telusuri adanya pengecer nakal yang menaikan harga atau pun melakukan penimbunan,” ungkap Ida Martini, Senin (6/12/2021).

Ia juga mengimbau kepada masyarakat bahwa gas melon diperuntukkan bagi warga kurang mampu, bagi warga yang mampu disarankan untuk menggunakan gas warna merah muda atau memakai tabung gas isi 15 kilogram.

“Atasi kelangkaan gas melon harus juga didukung masyarakat yang ekonominya mapan. Jangan ikut berebut gas melon bagi masyarakat yang mampu, karena gas melon untuk rakyat miskin. Kalau itu sudah tertib, mudah-mudahan ketersediaan gas melon bisa normal kembali,” sarannya.

Sementara itu, Makcik salah satu pengusaha warung makan membenarkan kalau harga gas melon saat ini mencapai Rp 30 ribu/tabung bahkan bisa lebih harganya.

“Kalau pengecer dekat kediaman kami harga masih standar dikisaran Rp 25 ribu-Rp 27 ribu, namun kalau ditempat langganan kami kosong, terpaksa mencari hingga jauh dan harganya mencapai Rp 35 ribu. Harapan kami dengan adanya sidak dari Disdagprin harga gas melon normal kembali dan mudah didapat, serta apabila ada pedagang nakal harap ditindak,” katanya. (adj)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.