Palembang, Sumselupdate.com – Setelah pada Jumat, 13 Juni lalu melangsungkan prosesi lamaran, kini Bupati Banyuasin H Askolani bakal melaksanakan akad nikah dengan dr Sri Fitriyanti binti Drs H Nurwahid.
Prosesi akad nikah bakal dilangsungkan siang nanti, Jumat (28/6/2019), sekitar pukul 14.00, di kediaman mempelai wanita di Jalan Macan Kumbang 1, No 32 A, Kelurahan Demang Lebar Daun, Kecamatan Ilir Barat 1, Palembang.
Moment sakral dan tak terlupakan bagi insan yang tengah berbahagia itu, bakal dihadiri Gubernur Sumsel H Herman Deru dan pendiri Pondok Pesantren Sabilul Hasanah, KH M Mudarris.
Kedua tokoh Sumsel tersebut akan hadir sebagai saksi nikah. Termasuk sejumlah pejabat pusat akan hadir dalam momen sakral tersebut.
Dalam siaran persnya, Staf Khusus Bupati Banyuasin bidang Media dan Komunikasi Publik, Syaifuddin Zuhri mengatakan, sebelum acara akad nikah dilaksanakan, sekitar pukul 10.00 akan diadakan yasinan.
Pembacaan surah yasin bersama dilangsungkan di areal pemakaman almarhumah Hj Heryati binti HM Saari Said di Jalan Camat Sukajadi kediaman pribadi Bupati H Askolani.
Acara ini sebagai bentuk penghormatan dan mendoakan almarhumah dan sekaligus bentuk permintaan izin H Askolani terhadap almarhumah istri tercinta.
Sri Fitriyanti ini merupakan perempuan asal Desa Rantau Kasih, Kabupaten Banyuasin yang merupakan putri dari pasangan Drs H Nurwahid dan Hj Maizoh.
Keduanya akan melangsungkan resepsi penikahan pada 30 Juni di Wyndham Hotel Jakabaring Palembang dan pada 6 Juli ngunduh mantu di Rumah Dinas Bupati Banyuasin.
Diketahui Fitri merupakan salah seorang dokter yang sudah sejak lama bertugas di Puskesmas Kecamatan Muara Telang, Banyuasin.
Hubungan keduanya berawal dari chattingan via messenger setelah bertemu lagi dengan Fitri di acara rakor di Puskesmas tempat Fitri bertugas. Kemudian dikenalkan oleh orangtua bahwa anaknya yang dulu Fitri ada di sana.
Sebelumnya, mendiang istri pertama Askolani, Hj Heryati tutup usia usai mendapat perawatan medis di RS Siloam Palembang, pada 18 Oktober 2018 setelah berjuang melawan penyakit kanker yang diderita sejak satu tahun terakhir.
Heryati sempat menjalani perawatan tim medis selama satu pekan di rumah sakit sebelum akhirnya mengembuskan nafas terakhir. (hyd)











