Sering Mengintip Istrinya, Suryadi Bunuh Paman Sendiri

Senin, 20 Januari 2020
Tersangka pembunuh paman sendiri, Suryadi saat diperiksa petugas.

Palembang, Sumselupdate.com – Suryadi (29) pelaku pembunuhan yang menyerahkan diri ke Unit I Subdit III Jatanras Polda Sumsel Minggu (20/1) malam usai membunuh pamannya Muhammad Yusuf (51) di kebun kelapa di Desa Teluk Payo, Kecamatan Tanjung Lago, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan mengaku kesal dan sakit hati dengan korban yang telah memeluk dan mengintip istrinya sedang mandi.

Dio (korban) itu galak melecehkan bini aku, dipeluknyo bini aku. Kemarin dio mintak izin untuk tinggal di rumah aku, yo sudah kato aku yang penting baek- baek be jadi aku ajaklah dio tinggal di rumah kami. Kareno dio tu kuanggap cak wong tuo aku,” ujar Suryadi saat menjalani pemeriksaan di ruang Unit I Jatanras Polda Sumsel, Senin (20/1/2020).

Read More

Dikatakan Suryadi, kejadian pertama yang membuat sakit hati, di mana pamannya memeluk istrinya sekitar dua tahun lalu dan didiamkan oleh Suryadi dan berharap korban tidak lagi mengulangi perbuatannya.

Seminggu tinggal samo kami dio korban ni dak galak begawe itulah yang buat aku curiga katonyo dio nak tinggal di rumah aku nak nyarike anak yang ado di Palembang untuk begawe ngocek kelapo,”ujarnya.

Lebih lanjut Suryadi menceritakan korban justru menyuruhnya keluar dari rumah yang membuat kecurigaan Suryadi bertambah.

Nah korban ngintip bini aku lagi di dalam kelambu. Saat itu disangko-nyo aku sudah keluar dari rumah. Sengajo aku keluar dari rumah sudah itu aku muter masuk rumah lagi dari belakang,” bebernya.

Melihat pamannya mengulangi perbuatan bejatnya mengintip istrinya, darah Suryadi langsung mendidih.

Suryadi mengatakan, kejadian pembunuhan terjadi di luar rumah saat keduanya sedang berada di kebun kelapa.

“Waktu itu aku baru selesai membersihkan rumput dengan parang tempat ari-ari anak aku ditanam. Setelah selesai membersihkan rumput parang itu aku tancapkan di pohon kelapa. Dan korban datang nak ngambek parang itu nak bacok aku, tapi berhasil aku rebut. Langsung ku kapak ke mukonyo sekali dan kakinyo sekali kalau idak aku rebut aku yang mati,” jelasnya.

Setelah membacok korban, parang yang digunakan dibuangnya ke sungai dan ia pun diantar keluarganya menyerahkan diri ke Polda Sumsel.

Kasubdit III Jatanras Polda Sumsel Kompol Suryadi membenarkan adanya laporan keluarga korban. Jenazah korban sudah berada di kamar jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumsel.

“Laporan sudah diterima. Anggota sedang mengecek lokasi dan periksa para saksi. Korban tewas dengan luka bacok di wajah, paha hingga lutut,” ujar Kasubdit Jatanras Polda Sumsel, Kompol Suryadi, SIK. (tra)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts