‘Serangan Kimia’ di Suriah, Trump Beri Peringatan Keras untuk Assad

Senin, 9 April 2018
Anak-anak Suriah korban serangan gas beracun.

Washington DC, Sumselupdate.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengutuk keras Presiden Suriah Bashar al-Assad dan sekutunya, Rusia dan Iran, setelah diduga terjadi serangan dengan menggunakan senjata kimia.

Puluhan orang tewas dalam serangan di kota yang dikuasai pemberontah, Douma, pada hari Sabtu (07/04).
Pemerintah Inggris menyerukan investigasi sesegera mungkin sementara Paus Franciskus mengatakan tidak ada justifikasi apa pun dalam penggunaan senjata kimia.

Read More

Dalam serangkaian cuitan hari Minggu (08/04) Trump menggambarkan Assad ‘sebagai binatang’. “Banyak yang tewas, termasuk perempuan dan anak-anak dalam serangan kimia di Suriah … Presiden Putin, Rusia dan Iran bertanggung jawab karena mendukung Assad (yang bertindak seperti) binatang,” tulis Trump di Twitter.

Ia menambahkan bahwa Assad akan ‘membayar mahal’ karena ‘melakukan serangan dengan senjata kimia ini’.

Petugas penyelamat dan paramedis menyebutkan sedikitnya 70 orang tewas di Suriah setelah ‘gas beracun’ dijatuhkan di Douma, kota terakhir yang dikuasai pemberontak di Ghouta Timur.

Namun, laporan tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Departemen Luar Negeri AS mengatakan memantau laporan “yang sangat mengganggu tersebut, dan bahwa Rusia – yang berperang bersama pemerintah Suriah – harus bertanggung jawab jika zak kimia mematikan digunakan dalam serangan tersebut.

“Sejarah penggunaan senjata kimia oleh rezim terhadap warganya sendiri tidak diperdebatkan,” jelas Departemen Luar Negeri AS.

“Pada akhirnya Rusia yang memikul tanggung jawab atas serangan brutal dengan senjata kimia terhadap warga Suriah yang tak terhitung jumlahnya.”

Pusat Media Ghouta prooposisi mencuitkan bahwa lebih dari 1.000 orang menderita akibat efek yang diduga dari serangan gas.

Pusat Media Ghouta menuduh sebuah bom barel yang diduga dijatuhkan oleh sebuah helikopter yang disebutkan berisi sarin, yang termasuk gas syaraf.

Union of Medical Relief Organizations, sebuah organisasi sosial yang berbasis di AS yang bekerja di rumah sakit Suriah, mengatakan kepada BBC bahwa, Rumah Sakit Khusus Pedesaan di Damaskus mengkonfirmasi korban tewas mencapai 70 orang. (adm3/dtc)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts