Seorang Wartawan di Muaraenim Hilang Tanpa Jejak, Istri Lapor Polisi  

Made Srisaluke yang dilaporkan menghilang dari rumah.

Laporan: Syahrial Hadi

Muaraenim, Sumselupdate.com – Insan pers di Kabupaten Muaraenim, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dalam dua hari terakhir dihebohkan dengan hilangnya salah satu rekan mereka.

Bacaan Lainnya

Wartawan yang bernama Made Srisaluke menghilang saat berada di kediamannya di Desa Segayam, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muaraenim, Sumsel, Kamis (3/12/2020) dinihari.

Kasus hilangnya Made Srisaluke (50) yang bekerja di media online Sorotnews ini sudah dilaporkan sang istri Nyoma Sulastri ke petugas Polsek Gelumbang, Jumat (4/12/2020).

Kapolsek Gelumbang Iptu Hary Dinar, SIK, SH, MH membenarkan adanya laporan hilangnya Made Srisaluke dari rumahnya.

Menurut Iptu Hary Dinar, kasus ini masih dalam penyelidikan petugas dan keberadaan Made Srisaluke  masih dalam pencarian.

Sementara itu, Nyoman Sulastri saat ditemui Sumselupdate.com, pagi tadi menceritakan, hilangnya suaminya ini berawal pada Rabu (2/12/2020), sekitar pukul 21.00 WIB.

Pada malam itu, menurut Nyoman Sulastri, dia duduk bersama suaminya. Namun karena sudah mengantuk, dia pamit izin masuk ke dalam rumah dan tidur duluan.

Saat itu menurut Nyoman Sulastri, dia meninggalkan Made Srisaluke sendirian di teras rumah.

Namun sekitar pukul 03.00 WIB atau Kamis dinihari, Nyoman Sulastri mengaku bingung melihat di dalam kamar, suaminya tidak ada.

Saat dilihat pintu depan masih terbuka. Saat dicek, di teras rumah hanya ada telepon genggam suaminya. Namun kartu telepon di HP itu sudah raib.

Nyoman Sulastri mengaku sempat mencari keberadaan suaminya di seputaran rumah. Namun Made Srisaluke tidak ada.

Dia pun bingung dan masuk lagi melihat lemari, namun seluruh pakaian pasangan hidupnya itu masih utuh.

Dikatakan Nyoman Sulastri, terakhir Made Srisaluke mengenakan celana pendek warna abu-abu dan baju kaos dalam putih polos, dan rambutnya yang panjang sudah dipotong.

Sebelum dilaporkan hilang tanpa jejak hari ini, pada 19 Oktober 2020 lalu, Made Srisaluke diduga mengalami tindakan kekerasan.

Kasus dugaan penganiayaan ini sudah dilaporkan Made Srisaluke dan keluarganya ke petugas SPKT Polda Sumsel.

Dalam laporannya, Made Srisaluke mengaku dianiaya enam orang di Terminal Ogan Ilir, Kabupaten Ogan Ilir, Sumsel.

Karena dugaan penganiayaan tersebut, mata Made Srisaluke sempat tidak bisa jelas melihat karena disiram pasir dicampur cabai.

Selain itu, Made Srisaluke mengaku sempat mengalami sesak napas, karena diduga diinjak-injak para pelaku.

Selain itu, wajah Made masih terlihat lebam-lebam serta masih biru di dekat kedua belah mata korban.

Menurut keterangan Made Srisaluke, saat kejadian dia lagi liputan di seputaran Inderalaya, Kabupaten Ogan Ilir.

Saat itu, dia didatangi enam orang, yang menagih uang kepada dirinya. Tapi korban Made Srisaluke keberatan karena menurutnya, dia tidak ada utang kepada mereka.

Namun yang diterima oleh korban adalah siraman pasir dicampur cabai ke arah matanya.

Saat dia tidak bisa melihat, Made Srisaluke diduga mengalami tindakan penganiayaan oleh pelaku, dan dibawa ke rumah korban untuk menandatangani sebuah surat.

“Namun karena belum bisa melihat karena mata saya pedih dan keadaan lemas karena habis dianiaya, saya terpaksa menandatangani surat tersebut, entah itu apa,” ujar Made Srisaluke saat itu. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.