Sensus Ekonomi 2026 Jadi Kompas Pembangunan, Walikota Pagaralam Tekankan Peran Data untuk Masa Depan Daerah

Writer: - Rabu, 15 April 2026
Walikota Pagaralam Ludi Oliansyah menegaskan pentingnya Sensus Ekonomi 2026 sebagai fondasi kebijakan pembangunan berbasis data demi mendorong kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. (Sumselupdate.com/Istimewa)

Pagaralam, Sumselupdate.com – Kesadaran bahwa masa depan daerah ditentukan oleh akurasi data menjadi benang merah dalam Rapat Koordinasi Terpadu Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) di Kota Pagaralam. Walikota Ludi Oliansyah menegaskan, sensus ini bukan sekadar agenda nasional, melainkan ‘kompas’ utama yang akan menentukan arah pembangunan daerah dalam satu dekade ke depan.

Di Ruang Rapat Besemah I, Kantor Walikota Pagaralam, Rabu (15/04/2026), langkah awal menuju pembangunan berbasis data itu resmi dimulai. Rapat koordinasi ini menjadi titik strategis untuk memastikan kesiapan seluruh elemen pemerintahan dalam menyukseskan Sensus Ekonomi 2026, sekaligus memperkuat fondasi statistik sektoral.

Read More

Dalam arahannya, Walikota Ludi Oliansyah menekankan bahwa keberhasilan sensus tidak hanya bergantung pada Badan Pusat Statistik (BPS), tetapi juga pada keterlibatan aktif seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, hingga lurah sebagai ujung tombak di lapangan.

“Data adalah kompas kita dalam membangun. Tanpa data yang akurat dari Sensus Ekonomi 2026, kebijakan yang akan kita ambil bisa saja tidak akan tepat sasaran. Untuk itu, saya minta kepada seluruh jajaran OPD untuk membantu kelancaran petugas survei di lapangan nantinya,” tegas Ludi.

Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa pembangunan modern tidak lagi bertumpu pada asumsi, melainkan pada presisi data. Dalam konteks itu, Sensus Ekonomi 2026 diposisikan sebagai instrumen vital untuk memetakan potensi riil sektor usaha di Pagaralam—mulai dari pelaku mikro hingga skala besar.

Baca juga : Polisi Tangkap Dua Pelaku Penipuan Kopi Rp4,03 Miliar, Modus Gunakan Surat Palsu Pemkot Pagaralam

Namun, di balik optimisme tersebut, Wali Kota juga mengingatkan agar capaian peningkatan indeks pembangunan statistik (IPS) tidak membuat jajaran pemerintah daerah terlena. Meski mengalami kenaikan signifikan dari 1,20 menjadi 2,35, angka tersebut masih berada di bawah rata-rata nasional.

“Tentunya kita harus bersyukur atas peningkatan nilai ini, tetapi nilai ini masih berada di bawah rata-rata nasional. Untuk itu mari kita bangun kekompakan untuk terus meningkatkan nilai IPS Kota Pagar Alam sebagai upaya bersama dalam meningkatkan kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Lebih jauh, rapat ini tidak hanya membahas teknis pelaksanaan sensus, tetapi juga menggarisbawahi pentingnya integrasi data sektoral. Walikota menilai, setiap OPD harus mampu mengelola dan menyajikan data yang valid, terstandar, dan terhubung dalam satu sistem terpadu.

Baca juga : Jaga Identitas Daerah, Pemkot Pagaralam Dorong Indikasi Geografis Kopi Arabika Raden Kuning

Menurutnya, sinergi antara BPS sebagai pembina data dan Pemerintah Kota sebagai produsen data harus diperkuat untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang modern dan akuntabel.

“Sinergi antara BPS sebagai pembina data dan Pemerintah Kota sebagai produsen data harus diperkuat. Kita ingin mewujudkan sistem tata kelola pemerintahan yang berbasis data, agar setiap program kesejahteraan rakyat dapat terukur dengan jelas,” tambahnya.

Diskusi dalam rapat turut diperkaya dengan pemaparan dari Dinas Kominfo Provinsi dan jajaran BPS Pagaralam, yang kemudian dilanjutkan dengan pembahasan teknis terkait mekanisme pendataan di lapangan. Fokus utama diarahkan pada upaya memastikan tidak ada satu pun pelaku usaha yang terlewat dalam pendataan—sebuah tantangan klasik dalam sensus ekonomi yang kerap menjadi titik lemah validitas data.

Dengan pendekatan yang lebih terkoordinasi dan berbasis kolaborasi lintas sektor, Pemerintah Kota Pagaralam berupaya mengubah sensus dari sekadar kewajiban administratif menjadi instrumen strategis. Sebab pada akhirnya, kualitas data hari ini akan menentukan kualitas kebijakan esok hari—dan di situlah masa depan Pagar Alam dipertaruhkan. (**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts