Sempat Trauma, Perawat  RS Siloam Sriwijaya yang Dianiaya Kondisinya Mulai Membaik

Perawat RS Siloam Sriwijaya yang sempat trauma akibat dugaan penganiayaan, Christina Ramauli S, kondisi mulai membaik dan tersenyum lebar, Sabtu (17/4/2021).

Laporan Haris Widodo

Palembang, Sumselupdate.com – Peristiwa yang penganiayaan perawat RS Siloam Sriwijaya hingga membuat trauma, Christina Ramauli S (28), warga Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, saat ini kondisinya mulai membaik, Sabtu (17/4/2021).

Bacaan Lainnya

Terlihat dari postingan yang ada diakun instagram perawat_peduli_Palembang Chritina Ramauli yang terlihat menggunakan baju bergaris dan masker, sudah bisa tersenyum lebar saat mendapat kunjungan dari Subhan Ketua PPNI Provinsi Sumsel.

Dalam postingan itu pula, akun tersebut meminta doa kepada para pengguna istragram untuk meminta dukungan kepada korban agar fisiknya pulih dan pelaku dapat dihukum seadil-adilnya.

Pelaku JT sendiri semalam berhasil diamankan petugas Polrestasbes Palembang.

JT diamankan Tim Pidum, Tekab 134, dan Pidsus Polrestabes Palembang di kediamannya di Kota Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Jumat (16/4/2021) sekitar pukul 20.00 WIB.

Pelaku baru tiba di Polrestabes Palembang pukul 23.00 WIB. Saat digiring ke Polrestabes Palembang JT mengenakan topi putih baju hitam sambil menggunakan masker.

Penangkapan JT dipimpin oleh Kanit Pidum Tekab Satreskrim Polrestabes Palembang Robert P Sihombing yang berkomunikasi kepada pelaku untuk mengikut kepadanya.

“Gak apa ya ikut kami, ganti pakaiannya,” ujarnya kepada pelaku.

Kemudian pelaku menuju rumahnya untuk bersiap dan dibawa ke Polrestabes Palembang.

Sampai ke Mapolrestabes Palembang, JT langsung dibawa ke Ruang Pidana Khusus untuk dimintai keterangan.

Mengenai peristiwa penganiayaan menimpa korban dikemukakan Nursing Development & Clinical Operation Divition Head RS Siloam Sriwijaya, Betty yang menjadi juru bicara menjelaskan kronologinya.

“Insiden itu terjadi hampir jam sebelas siang, saat itu bermula korban ingin melepaskan infus anak kedua pelaku yang berumur dua tahun,” katanya.

Proses pelepasan infus tersebut dilakukan sesuai SOP, namun saat akan dilepas anak tersebut bergerak dan digendong, sehingga darah keluar dari tempat plasteran tersebut.

Orangtua dari anak tersebut melaporkan kepada suaminya (pelaku) yang berada di Kayuagung. Sampai JT datang ke RS Siloam dan bertanya perawat yang merawat anaknya.

Kemudian perawat tersebut datang ditemani Deputy Manager. Belum sempat menjelaskan, JT diduga  menampar perawat Christina, menjambak, dan menendang korban.

Akibat dugaan penganiayaan itu membuat perawat tersebut dirawat di rumah sakit, karena mengalami memar dan trauma mendalam. (**)

PDIP

PKB

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.