Viral SPBU di Palembang Diduga Batasi Penjualan Pertalite Meski Stok Masih Ada, Konsumen Protes

Writer: - Jumat, 17 Juli 2026
Video memperlihatkan seorang konsumen bersitegang dengan petugas di salah satu SPBU kawasan Jalan Gubernur H. Bastari, Palembang, setelah tidak diperbolehkan mengisi BBM jenis Pertalite meski stok masih tersedia. Petugas menyebut penyaluran dihentikan sementara untuk menyisakan stok bagi kebutuhan esok hari. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

Palembang, Sumselupdate.com – Seorang warga berinisial BS (32) mengaku kecewa setelah tidak diperbolehkan mengisi BBM jenis Pertalite di salah satu SPBU di kawasan Jalan Gubernur H. Bastari, Palembang, Kamis (16/7/2026) sekitar pukul 19.51 WIB.

BS mengatakan, saat itu dirinya baru pulang bekerja dan berniat mengisi bahan bakar. Namun, ketika antre untuk mengisi Pertalite, petugas marshal SPBU tiba-tiba menghentikan antrean.

Read More

Merasa keberatan, BS kemudian mempertanyakan alasan penghentian penyaluran BBM tersebut. Perdebatan antara keduanya sempat terjadi dan direkam menggunakan telepon seluler.

Dalam video yang diterima Sumselupdate.com, petugas marshal mengakui stok Pertalite masih tersedia. Namun, penyaluran sengaja dihentikan agar masih tersedia pasokan untuk keesokan harinya.

BS menilai kebijakan tersebut tidak tepat karena SPBU seharusnya tetap melayani konsumen selama stok BBM masih tersedia.

“Minyak ini (Pertalite) masih ada. Tidak boleh pihak SPBU bilang habis kalau minyak ini masih ada,” ujar BS kepada petugas.

Menanggapi protes tersebut, petugas menjelaskan penghentian penyaluran dilakukan berdasarkan kondisi stok yang tersisa di dalam tangki.

“Kalau tidak kami bilang habis, orang bakal nunggu. Kita ini kadang lihat kondisi, kadang jam 6 (18.00 –red)  sudah tutup, kadang jam 8 (20.00 –red),” jawab petugas.

Petugas juga mengungkapkan bahwa kuota Pertalite yang diterima SPBU tersebut sekitar 16 ton per hari.

Saat BS datang, volume BBM di dalam tangki disebut sudah menipis. Menurut petugas, tangki tidak boleh sampai kosong dan harus menyisakan sekitar dua ton sebagai stok operasional.

Dari sisa tersebut, sekitar satu ton disiapkan untuk melayani masyarakat pada pagi hari.

“Ini stok untuk besok pagi, jadi kalau orang mau berangkat bekerja, minyak (Pertalite) itu masih ada,” jelas petugas.

Petugas lainnya menyebut pasokan Pertalite belakangan memang cukup terbatas sehingga pengaturan penyaluran perlu dilakukan.

“Sekarang ini Pertalite itu susah didapati, bapak bisa cek di SPBU lain,” ujarnya.

Di akhir percakapan, petugas menyarankan BS menyampaikan pengaduan melalui Pertamina Call Center 135 atau ke bagian pemasaran apabila tidak puas dengan pelayanan yang diberikan.

“Kalau bapak tidak puas dengan pelayanan bisa hubungi 135 atau ke pemasaran,” tegas marshal SPBU.

Hingga berita ini diterbitkan, Sumselupdate.com masih berupaya mengonfirmasi pihak Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel maupun pengelola SPBU terkait kebijakan penghentian sementara penyaluran Pertalite tersebut serta mekanisme pengelolaan stok BBM di SPBU.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts