HUT ke-69 Kopassus, Bamsoet Ingatkan Ancaman Terhadap Ideologi Bangsa

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo bersama Presiden Joko Widodo saat menghadiri HUT Komando Pasukan Khusus (Kopassus).

Jakarta, Sumselupdste.com – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menilai di usia ke-69 tahun, Komando Pasukan Khusus (Kopassus) telah mencatatkan berbagai prestasi dan tumbuh menjadi institusi yang sangat diandalkan.

Tidak hanya memiliki kemampuan tempur yang disegani dunia, Kopassus juga mampu melaksanakan berbagai tugas berat lain.

Bacaan Lainnya

Mulai dari operasi pembebasan sandera dengan kompleksitas resiko tinggi, hingga evakuasi korban di medan lapangan yang sulit dan ekstrem.

“Berbagai torehan prestasi yang telah diraih Kopassus jangan membuat terlena. Karena ke depan, tantangan yang dihadapi  semakin kompleks dan bersifat multidimensi. Peningkatan kapasitas dan kompetensi pasukan khusus  menjawab tantangan zaman juga harus menjadi  upaya berkesinambungan, khususnya  menghadapi ancaman terhadap ideologi bangsa,” ujar Bamsoet di Jakarta, Jumat (16/4/2021).

Bamsoet mengingatkan, saat ini dinamika lingkungan strategis global diwarnai kompetisi dan perebutan pengaruh negara besar, yang menempatkan Indonesia pada pusat kepentingan global.

Jika tidak siap dan waspada, bangsa Indonesia bisa tergilas dalam kompetisi global yang tidak mengenal batas dan waktu. Berbaurnya ancaman militer dan non-militer mendorong terciptanya dilema geopolitik dan geostrategis global yang sulit diprediksi dan diantisipasi.

Dikatakan, konsepsi mengenai keamanan nasional telah mengalami pergeseran paradigma, di mana ancaman terhadap keamanan nasional tidak lagi bersifat kasat mata dan konvensional. Tetapi, bersifat kompleks, multidimensional, serta berdimensi ideologis.

Ancaman yang bersifat ideologis tersebut kata Bamsoet, hadir dalam beragam fenomena. Antara lain berkembangnya sikap intoleransi dalam kehidupan masyarakat, tumbuhnya radikalisme dan terorisme, munculnya sikap disintegrasi hingga separatisme, serta beragam bentuk ancaman lain yang menggerus sendi-sendi persatuan dan kesatuan bangsa.

“Melalui derasnya arus globalisasi yang menembus batas-batas teritorial, ancaman ideologis tersebut semakin terasa nyata. Nilai-nilai asing yang merasuk melalui globalisasi mulai menggeser nilai-nilai kearifan lokal kita, adab sopan santun kita, tradisi dan seni budaya kita, dan segenap nilai-nilai ke-Indonesiaan kita,” jelas Bamsoet.

Dia menekankan, hadirnya berbagai ancaman terhadap ideologi bangsa tidak dapat direspon dengan cara konvensional.

Semisal hanya memperkuat  militer dan persenjataan, atau membangun benteng pertahanan fisik untuk memagari wilayah Nusantara. Di sinilah pentingnya membangun benteng ideologi.

“Setiap warga negara yang tinggal di setiap wilayah Nusantara harus menjadi bagian NKRI. Saya mengharapkan partisipasi dan peran segenap anak bangsa agar  berperan aktif menyampaikan narasi kebangsaan dalam kerangka menumbuhkembangkan semangat nasionalisme dan membangun karakter dan wawasan kebangsaan. Dirgahayu Kopassus!,”papar mantan Ketua DPR tersebut. (duk)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.