Seminggu ke Depan, Walikota Palembang Bagikan Masker

SOSIALISASIKegiatan sosialisasi penegakan hukum disiplin protokol kesehatan mulai dilaksanakan Pemerintah Kota Palembang mulai Kamis (10/9/2020).

Palembang, Sumselupdate.com-Penerapan sanksi pelanggar protokol kesehatan di Kota Palembang mulai berlaku setelah sosialisasi satu minggu dengan sanksi denda hingga Rp500 ribu. Selama masa itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, melakukan pembagian masker kepada masyarakat.

Bacaan Lainnya

Hal itu disampaikan Walikota Palembang Harnojoyo saat menggelar sosialisasi penegakan hukum disiplin protokol kesehatan, Kamis (10/9/2020). Sosialisasi digelar sejalan dengan pemberlakuan sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan, sesuai dengan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 37 tentang aturan protokol kesehatan.

Walikota Palembang Harnojoyo mengatakan, sanksi pelanggar protokol kesehatan seperti tidak pakai masker kena sanksi tertulis, lisan, denda Rp100 ribu -Rp500 ribu dan sanksi sosial ini akan terus berlaku selama Peraturan Walikota (Perwali) tidak dicabut.

“Sanksi ini berlaku seterusnya, selama sepekan ini kami akan bagi-bagi masker untuk masyarakat, agar tidak ada alasan bagi yang tidak menggunakan masker,” kata Harnojoyo usai melakukan sosialisasi di BKB bersama Gubernur Sumsel, Kamis (10/9/2020).

Selain itu, arahan penegakan disiplin protokol kesehatan juga mengikuti Instruksi Presiden (Inpres) tentang peningkatan disipilin dan penegakan hukum protokol kesehatan dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19. Serta Perwali Nomor 27 tahun 2020 tentang adaptasi kebiasaan baru menuju masyarakat produktif dan aman pada situasi Covid-19.

Kepala Satpol PP Kota Palembang, GA Putra Jaya menjelaskan, setelah sepekan dilakukan sosialisasi baru penerapan sanksi akan berlaku. Sanksi yang diberikan pun mulai sanksi teguran, sanksi sosial, sapu taman, pungut sampah, sampai pengenaan denda.

“Sebelum mereka menjalankan sanksi itu, kalau terbukti melanggar maka akan dilaksanakan sidang tindak pidana ringan (tipiring) untuk menentukan jenis hukuman/sanksi yang diberikan,” katanya.

Selama masa sosialisasi, kata dia, 500 personil gabungan akan melaksanakan patroli ke tempat-tempat yang berpotensi menimbulkan keramaian, seperti pasar tradisional, pusat perbelanjaan, hajatan dan lainnya.

Ditambahkan dia, selama penerapan Pergub dan Perwali tentang penegakkan Protokol Kesehatan tidak ada pembatasan kegiatan usaha atau lainnya seperti ketika pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Tidak ada pembatasan, namun yang difokuskan bagaimana Protokol Kesehatan dijalankan di sana. Kalau melanggar pasti langsung kita tindak tegas,” jelasnya.

Diharapkan, langkah yang diambil pemerintah ini akan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk disiplin mematuhi protokol kesehatan.

“Bagi yang tidak pakai masker akan langsung ditindak tegas langsung ditempat,” katanya. (Iya)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.