Sekwan DPRD Muaraenim Dipanggil KPK Terkait Kasus Proyek di Dinas PUPR

KPK RI

Jakarta, Sumselupdate.com –Penyidik Komisi Pemberatantasan Korupsi (KPK) memanggil Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Muaraenim, Lido Septontoni terkait kasus suap proyek di Dinas PUPR Muaraenim. Lido direncanakan dipanggil sebagai saksi untuk tersangka Plt Kadis PUPR Muaraenim, Ramlan Suryadi.

“Yang bersangkutan kita panggil sebagai saksi untuk tersangka RS (Ramlan Suryadi),” kata Plt Jubir KPK Ali Fikri kepada wartawan, Kamis (18/6/2020).

Read More

Selain itu, KPK juga memanggil saksi-saksi lain di antaranya Staf Perencanaan Dinas PUPR Muaraenim, Ahmad Riansyah; Staf Kasubag Keuangan Dinas PUPR Muaraenim, Ediansyah; Pegawai Bappeda Dinas PUPR Muaraenim, Satria Dharmawan dan tenaga kerja sukarela DPRD Muaraenim, Fira Nita binti Zulkarnain. Para saksi juga bakal diperiksa untuk Ramlan Suryadi.

Dalam perkara ini, KPK menetapkan dua tersangka baru yakni Ketua DPRD Muaraenim, Aries HB dan Plt Kadis PUPR Muaraenim, Ramlan Suryadi. Penetapan kedua tersangka merupakan hasil pengembangan kasus dugaan suap proyek di Dinas PUPR yang menjerat Bupati Muaraenim nonaktif, Ahmad Yani. Keduanya itu ditangkap pada Minggu (26/4).

KPK menduga Aries dan Ramlan turut menerima uang dari pengusaha Robi Okta Fahlefi. Aries diduga menerima uang sebesar Rp 3.031 miliar, sedangkan Ramlan diduga menerima uang sebesar Rp 1.115 miliar dan telepon seluler merek Samsung Note 10.

Pemberian uang terhadap kedua tersangka itu diduga bagian dari commitment fee proyek di Dinas PUPR yang diperoleh Robi. Total ada 16 paket pekerjaan di Kabupaten Muaraenim dengan nilai Rp 130 miliar.

Sebelumnya, KPK terlebih dahulu menjerat tiga orang sebagai tersangka, yakni Ahmad Yani selaku Bupati Muaraenim, Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan PPK di Dinas PUPR Muaraenim, Elfin Muhtar, serat pengusaha Robi Okta Fahlefi dari PT Enra Sari.

Ketiga tersangka itu kini telah divonis bersalah oleh majelis hakim. Ahmad Yani divonis 5 tahun penjara, Elfin Muhtar 4 tahun tahun penjara dan Robi Okta 3 tahun penjara. (dtc/adm5)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.