Sekolah Tatap Muka Terbatas Juli 2021, Ini Sederet Catatan KPAI

Retno Listyarti

Jakarta, Sumselupdate.com – Pemerintah pusat berencana melakukan pembelajaran sekolah tatap muka terbatas pada bulan Juli 2021. Komisi Perlindungan Anak Indonesia atau KPAI meminta adanya pemantauan lapangan untuk kesiapan sekolah tatap muka nantinya.

“KPAI mendorong dasar pembukaan sekolah tatap muka tidak hanya kesiapan dalam pengisian aplikasi di laman Kemdikbud saja, namun ada pemantauan lapangan untuk memastikan kesiapan sekolah dan daerah, pemantauan dapat dilakukan oleh LPMP di setiap provinsi yang merupakan kepanjangan tangan Kemdikbud di daerah. Dari pengawasan KPAI, hal ini belum maksimal,” kata Komisioner KPAI, Retno Listyarti kepada wartawan, Selasa (30/3/2021) seperti dikutip dari detikcom.

Bacaan Lainnya

“Kemdikbud harus memastikan semua sekolah di Indonesia mengisi laman Kemdikbud tentang siap buka sekolah tatap muka, karena sampai sekarang baru 50% lebih sedikit sekolah yang mengisi dan dari jumlah tersebut hanya 10% yang siap,” imbuhnya.

Selain itu, KPAI juga meminta pemerintah melakukan koordinasi hingga ke tingkat daerah untuk melakukan pemetaan. Langkah ini untuk mengetahui sekolah negeri atau swasta mana yang siap hingga belum siap untuk melakukan sekolah tatap muka.

“KPAI mendorong pemerintah daerah melakukan rapat koordinasi daerah secara berjenjang dengan melibatkan seluruh sekolah di wilayah, baik negeri maupun swasta di seluruh jenjang pendidikan. Hal tersebut bertujuan untuk melakukan pemetaan sekolah yang sangat siap, siap, belum siap, bahkan yang tidak siap sama sekali. Pemetaan diperlukan agar pemerintah pusat dan pemerintah daerah dapat melakukan intervensi untuk membantu sekolah sekolah yang belum siap dan tidak siap,” ujarnya.

Kesiapan sekolah menurut KPAI merupakan faktor mendasar untuk menjalankan sekolah tatap muka. Kehati-hatian juga ditekankan KPAI untuk kesiapan sekolah tatap muka.

“KPAI mendorong pembukaan sekolah tatap muka harus didasarkan pada kesiapan sekolah sebagai faktor utama, seperti infrastruktur dan protocol kesehatan/SOP Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di lingkungan pendidikan, selain factor pendukung bahwa seluruh guru sudah divaksin. KPAI mendorong pemerintah daerah harus hati-hati dan mempertimbangkan ujicoba dahulu secara terbatas pada sekolah-sekolah yang dinilai siap dan sangat siap,” ucap Retno.

“KPAI mendorong Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan melakukan nota kesepahaman agar ketika sekolah di buka, ada penanganan kondisi darurat di sekolah yang akan mengakses fasilitas kesehatan terdekat, seperti puskesmas, klinik, RS dan bahkan mungkin bidan. Pemerintah daerah juga wajib menyiapkan portal pengaduan dan rencana evaluasi per bulan untuk keperluan rencana tindak lanjut PTM,” imbuhnya.

Pemerintah pusat sebelumnya menargetkan pembelajaran tatap muka secara terbatas bisa dimulai pada Juli 2021. Belajar tatap muka terbatas bakal dimulai setelah guru dan tenaga pendidikan disuntik vaksin Corona.

Hal itu disampaikan Menko PMK, Muhadjir Effendy, dalam Pengumuman Keputusan Bersama tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi COVID-19 yang disiarkan YouTube Kemendikud RI, Selasa (30/3).

Muhadjir menjelaskan efektivitas pembelajaran jarak jauh (PJJ) tidak sama dengan belajar tatap muka. Dia berharap vaksinasi Corona bisa membuat pembelajaran tatap muka dimulai.

“Vaksinasi terhadap pendidik dan tenaga kependidikan ditargetkan selesai paling lambat bulan Juni 2021. Ini sesuai dengan komitmen dari Pak Menkes. Sehingga pada tahun ajaran baru di bulan Juli 2021, diharapkan seluruh satuan pendidikan dapat menyediakan layanan pembelajaran tatap muka secara terbatas,” ujar Muhadjir. (adm3/dtc)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.