Palembang, Sumselupdate.com – Seorang suami berinisial WS (25), warga Jalan Abikusno Cokrosuyoso, Kecamatan Kertapati Palembang, yang diduga telah melakukan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dengan menelantarkan istrinya di dalam rumah, telah ditangkap oleh Satreskrim Polrestabes Palembang.
Hal itu diungkapkan oleh Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Harryo Sugihhartono, saat dikonfirmasi wartawan, pada Selasa (28/1/2025) pagi.
“Tersangka sudah kita amankan, untuk kasus itu sedang disidik. Nanti akan kita rilis,” jelas Harryo.
Diberitakan sebelumnya, seorang Ibu rumah tangga bernama Sindi Purnama Sari (24), meninggal di RS Hermina Jakabaring Palembang, beberapa waktu lalu.
Dokter RS menyatakan bahwa korban meninggal dunia setelah mengalami kondisi dehidrasi parah.
Kasus KDRT hingga dugaan penelantaran terhadap Sindi, diceritakan kakak korban bernama Purwanto (30) usai melaporkan WS ke SPKT Polrestabes Palembang.
Purwanto menyebut jika adiknya itu dibiarkan mati secara perlahan setelah disekap selama hampir satu tahun oleh suaminya WS, di rumah kontrakan keduanya.
“Kami sudah cukup lama tak berkomunikasi dengan adik kami, terakhir ketemu orang tua di bulan Februari 2024 lalu. Setelah itu kami tak pernah bertemu lagi sampai ada warga yang menghubungi, memberi tahu kondisi kesehatan adik kami,” ungkap Purwanto saat ditemui di rumahnya, pada Senin (27/1/2025) sore.
Diakui Purwanto, selama hampir satu tahun sang adik tak pernah diperbolehkan ke luar rumah oleh WS. Di mana korban dikurung di dalam kamar hingga kondisi kesehatannya terus menurun dan dilarikan ke RS Hermina Jakabaring oleh warga sekitar kontrakan mereka.
“Kami dapat kabar dari warga, langsung mendatangi rumah sakit, pada Selasa 21 Januari 2025 lalu. Di rumah sakit, kami lihat adik kondisinya sudah kritis, kurus sekali, seperti tinggal tulang. Kami sakit hati dengan kondisi adik kami, ditelantarkan. Sampai dokter bilang dia (korban –red) mengalami dehidrasi parah,” terangnya.
Sebelum adiknya meninggal dunia, lanjut Purwanto, korban sempat bercerita kalau suaminya sudah jahat dan kelewat batas.
“Kami rekam itu sebagai bukti laporan ke polisi. Dia bilang rumah tangganya setahun ini sudah tidak harmonis lagi, suaminya berubah sikap, tidak lagi memberikan nafkah,” tutupnya.











