PALI, Sumselupdate.com – Kekalahan tim sepakbola Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) atas tim Kabupaten Lahat pada laga perdana dengan skor 4-0 pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XI Sumsel, berbuntut panjang.
Hal tersebut disebabkan banyaknya kejanggalan yang terjadi, karena kesebelasan PALI harus bermain dengan sembilan orang sejak kick off dimulai lantaran pemain lainnya dianggap tidak memenuhi keabsahan sesuai regulasi Asprov PSSI Sumsel.
Atas masalah tersebut membuat laga kedua tim sempat tertunda cukup lama lantaran Panpel melakukan screening ulang jelang pertandingan dimulai. Setelah sempat debat antara panitia dan manager tim, keseblasan dari bumi Serepat Serasan dengan terpaksa harus main meski kekuatan jumlah tidak seimbang dengan tim lawan .
“Kami tidak mengerti, apa maunya panitia bidang pertandingan, kami sudah melakukan verifikasi di KONI dan itu dinyatakan sah dan tidak ada masalah. Tapi kenapa setelah mau main kami dicek lagi berkas banyak pemsin kami di coret dan dinyatakan tidak sah,” ungkap Ketua Kontingen PALI Hendrik saat dihubungi media ini, Minggu (19/11/2017).
Hendrik juga mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak KONI Sumsel dan PSSI terkait verifikasi atlet meskipun berbelit belit. Pihaknya sangat menyayangkan kejadian tersebut selain dirugikan pihaknya juga tidak menerima surat resmi terkait pemberitahuan regulasi atau keabsahan.
“Seharusnya kami diberitahukan sebelumnya ada pemain kami tidak memenuhi syarat tentu kami bisa antispasi. Tapi kenyataanya tidak, kenapa verifikasi dilakukan sebelum pertandingan seperti main jebakan. Padahal pemain kami sudah dinyatkan lulus verifikasi oleh KONI,” tegasnya.
Masih kata Hendrik pihaknya akan segera layangkan protes keras ke dewan hakim, atas permasalahan yang menempa timnya
Sementara itu Ketua Asprov PSSI Kabupaten PALI, Drs. Darmawi, MSi mengatakan seharusnya pihak panpel ataupun bidang pertandingan mengeluarkan nota larangan bermain (NLB) jika memang ada pemain di suatu kesebelasan dilarang bertanding.
“Seharusnya ada surat pemberitahuan minimal satu hari sebelum pertandingan, misalnya pemain kita tidak sah sesuai regulasi dan dilarang bermain. Tapi kenyataan di lapangan tidak ada pemberitahuan padahal hasil verifikasi sudah memenui syarat. Hal ini sangat merugikan bagi tim kita,” jelasnya. (adj)











