Sawah Padi Diserang Hama Tikus Hingga Walang Sangit, Petani di Kabupaten PALI Menjerit

Petani Tanaman padi di Desa Lunas Jaya, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir, Provinsi Sumatera Selatan yang banyak diserang hama.

PALI, Sumselupdate.com Petani padi di Desa Lunas Jaya, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Provinsi Sumatera Selatan menjerit menyusul banyaknya hama yang menyerang tanaman padi mereka.

Imbasnya, banyak tanaman padi gosong diserang hama walang sangit dan terancam gagal panen.

Bacaan Lainnya

Bukan hanya walang sangit, tikus serta monyet juga menjadi ancaman petani. Sebab tidak sedikit serangan tikus dan monyet menghancurkan padi petani yang belum lama ditanam.

Seperti yang dikeluhkan Sunar, salah satu petani padi setempat, bahwa tanaman padinya saat ini banyak habis diserang tikus. Padahal lokasi sawahnya berada tidak jauh dari jalan khusus angkutan batu bara.

“Kami sudah pasang racun, tapi masih tetap belum efektif atasi hama tikus. Yang parah lagi kalau monyet menyerang, tanaman padi hancur dicabut sampai keakar-akarnya,” kata Sunar, Senin (27/1).

Sama halnya yang dikeluhkan Amrin, petani lainnya asal Desa Karta Dewa Kecamatan Talang Ubi bahwa tanaman padinya gosong diserang hama yang baginya jenis hama itu baru tahun ini menyerang tanamannya.

“Kami tidak tahu hama jenis apa yang menyerang tanaman padi. Namun kami berharap Dinas Pertanian membantu atasi masalah ini, sebab banyak tanaman padi kami tiba-tiba gosong dan mati,” pintanya.

Terpisah, Erizon, Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten PALI mengaku, telah menerima laporan adanya tanaman padi petani diserang hama walang sangit.

“Kami langsung sampaikan ke petugas pengendali hama, dan mereka segara turun tangan basmi hama itu. Namun kalau akibat tikus dan monyet, belum ada laporan masuk. Tetapi kami bakal turunkan penyuluh untuk mengecek lokasinya, kemudian kita akan berupaya membantu petani basmi hama tikus atau yang lainnya,” katanya. (adj)

 

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.