Laporan: Diaz Erlangga
Palembang, Sumselupdate.com – Satu pekan menjelang Lebaran Idul Fitri, geliat arus mudik tampak mulai dirasakan disetiap moda transportasi umum. Tak terkecuali moda transportasi ikonik di Kota Palembang yakni speedboat.
Berlabuh tepat di bawah Jembatan Ampera, moda transportasi umum air ini, sudah menjadi langganan warga Sumsel baik yang dari daerah ke Palembang ataupun sebaliknya. Bahkan juga menjadi transportasi para pemudik tiap tahunnya.
Berbeda dari tahun sebelumnya, setelah dua tahun mengalami penurunan akibat Pandemi Covid-19, di musim mudik kali ini pengemudi speadboat optimis bisa bernapas lega.
Hal tersebut juga tidak terlepas dari kebijakan pemerintah yang sudah memperbolehkan masyarakat untuk mudik tahun ini.
“Alhamdulillah, per hari ini mulai ramai,” kata Amran, salah seorang pengemudi speadboat.
Amran mengaku, akibat pandemi Covid-19 penghasilannya sempat anjlok drastic. Menurutnya tahun terparah adalah 2021 akibat disaat itu pemerintah memberlakukan larangan mudik.
“Haduh, jangan sampai begitu lagi. Kami yang susah,” ucapnya.
Lanjut dikatakan, semenjak Pandemi melanda mau tidak mau para sopir speed boat menaikan tarif pengantarannya hingga 25 persen.
Amran optimis tahun ini dirinya dan pengemudi speed boat lain akan bisa meraup rupiah dari para pemudik.
“Kalau saya tidak dinaikkan, harga normal saja. Memang belum terlalu banyak, tapi alhamdulillah sudah lebih baik dari tahun lalu. Semoga saja lancar, banyak yang mudik tahun ini,” ungkapnya.
Rasa bahagia yang sama karena sudah diperbolehkannya mudik oleh pemerintah juga diungkapkan Adelia (21) mahasiswi asal Banyuasin perairan yang merantau ke Palembang untuk berkuliah.
Mengaku tidak pulang kampung ditahun lalu, namun kali ini mahasiswi semester genap Universitas Tridinanti Palembang tersebut bisa merayakan idul fitri di kampung halaman.
“Karena (musim) corona, jadinya tidak pulang. Tahun bisa pulang,” ujarnya.
Adelia sendiri sudah menyiapkan oleh-oleh bagi keluarga diantaranya pempek maupun kemplang dari Palembang, serta beberapa pakaian baru untuk lebaran.
“Iya oleh-oleh buat orang di rumah,” ucapnya. (**)











