Satu dari Tujuh Kurir Shabu Ditangkap, Kakek Dengan 16 Cucu

Salah satu kurir shabu ditangkap Polda Sumsel, kakek berusia 63 tahun.

Laporan: Diaz Erlangga

Palembang, Sumselupdate.com – Ditres Narkoba Polda Sumsel meringkus pelaku peredaran Narkoba mencapai tujuh tersangka kurir, dengan barang bukti yang disita 463.14 gram.

Read More

Salah satu tersangka adalah lansia 63 tahun, Mulki alias Mul yang sudah miliki 16 cucu. Mul merupakan warga Bandar Lampung yang  terpaksa melakukan hal tersebut untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya.

“Saya terpaksa menjadi kurir shabu lintas provinsi, karena kebutuhan ekonomi,” ujarnya, Selasa (16/11/2021).

Ia ditangkap bersama dua rekannya, yakni Irham dan Dodi. Mereka ditangkap di Jalan Sumpah Pemuda, Kecamatan Ilir Barat 1, Palembang, beberapa hari yang lalu.

Ia mengaku memiliki tujuh anak dari dua istri dan punya 16 cucu. Ia melakukan perbuatan yang dilarang itu karena untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Sementara Dirnarkoba Polda Sumsel, Kombes Pol Heri Istu, melalui Kabag Bin Ops Kompol Dwi Utomo menerangkan, ketiga pelaku ini di tangkap setelah mencoba membawa barang haram tersebut dari Medan ke Lampung.

“Dari tangan Mulki, Irhan dan Dodi kita mengamankan barang bukti yang diduga berasal dari Medan seberat 100 gram, Modus pria yang sehari-hari berprofesi sebagai sopir angkot Natar, Bandar Lampung ini karena tidak memiliki ongkos pulang dari Medan ke Lampung, sehingga dia mau mengatarkan barang titipan tersebut ke Palembang dengan upah Rp 10 juta,” ujar Kabag Bin Ops Kompol Dwi Utomo.

Tidak hanya mengamankan Mulki dan kawan-kawan, polisi juga menangkap empat tersangka lainnya, hingga barang bukti shabu yang diamankan mencapai 463,14 gram atau setengah kilogram.

“Ditresnarkoba Polda Sumsel masih mendalami keterangan para tersangka yang mengaku hanya diminta mengantar narkoba,” tutup Kompol Dwi Utomo. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.