Teheran, Sumselupdate.com – Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Seyed Abbas Araghchi tidak akan melakukan negosiasi apa pun dengan pejabat Amerika Serikat (AS) dalam kunjungannya ke Islamabad, ibu kota Pakistan, demikian dilaporkan kantor berita semiresmi Iran, Tasnim, pada Jumat (24/4).
Laporan tersebut menambahkan bahwa dalam kunjungannya ke Islamabad, Araghchi hanya akan menggelar perundingan dengan pihak Pakistan mengenai pertimbangan Iran terkait penyelesaian perang dengan AS dan Israel.
Stasiun televisi milik pemerintah Iran, IRIB TV, melaporkan bahwa meski Araghchi tidak memiliki rencana untuk bertemu dengan pihak Amerika, “Islamabad, sebagai jembatan komunikasi, akan ‘menyampaikan’ pertimbangan Iran untuk mengakhiri konflik tersebut.”
Kementerian Luar Negeri Pakistan mengonfirmasi bahwa delegasi Iran yang dipimpin oleh Araghchi tiba di Pakistan pada Jumat malam.
Lawatan menlu Iran tersebut juga akan mencakup kunjungan ke Oman dan Rusia. Mengomentari lawatannya dalam sebuah unggahan di platform media sosial X, Araghchi menyebutkan, “Memulai lawatan tepat waktu ke Islamabad, Muscat, dan Moskow. Tujuan kunjungan saya adalah untuk berkoordinasi erat dengan para mitra kami terkait isu-isu bilateral serta berkonsultasi mengenai perkembangan regional. Tetangga kami menjadi prioritas kami.”
Baca juga : Iran Mulai Tarik Biaya Transit Selat Hormuz, Rusia Masuk Daftar Pengecualian
Sementara itu, kantor berita semiresmi Iran, Tasnim, pada Jumat melaporkan bahwa Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) telah menyita sebuah kapal yang diduga berkoordinasi dengan militer AS.
Iran, AS, dan Israel menyepakati gencatan senjata pada 8 April setelah pertempuran selama 40 hari, yang kemudian diikuti oleh perundingan panjang antara delegasi Iran dan AS di Islamabad pada 11 dan 12 April, yang gagal menghasilkan kesepakatan.
Baca juga : Putin dan Presiden Iran Intensif Berkomunikasi di Tengah Konflik AS-Israel
Delegasi Iran dan AS dilaporkan akan menggelar putaran baru perundingan damai di Pakistan pekan ini, namun Iran memilih tidak menghadiri negosiasi tersebut dengan menyebut berlanjutnya blokade angkutan laut serta tuntutan “berlebihan” AS sebagai alasan utama. (**)











