Baturaja,Sumselupdate.com – Bukan hanya kondisi alat penunjang seperti CCTV, mobil ambulance, ruang tahanan yang kurang di Rutan kelas II B Baturaja saat ini.
Namun, kondisi tempat ibadah pun harus jadi perhatian khususnya oleh Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU).
Ya, pasalnya di Rutan tersebut hanya ada satu mushola kecil ukuran sekitar tipe 36 yang jadi tempat indah para napi di sana.
Hal ini membuat pihak rutan harus menambah bangunan dengan atap terpal untuk menampung jamaah saat hari Jumat dan hari besar Islam lainnya.
“Iya benar kita tambah dengan terpal biar tidak kehujanan saat ibadah,” kata Karutan Baturaja Herdianto And IP, SH, MSi, Minggu (1/10/2017).
Namun hal itu bukan jadi kendala, di bawah kepemimpinan Herdianto, mencoba menciptakan suasana di dalam rutan mirip seperti pondok pesantren.
Pihak Rutan Baturaja bersama warga binaan memasang tiang dari kayu yang berjarak sekitar tujuh meter di kiri – kanan masjid, kemudian membentang terpal untuk menahan hujan dan panas.
Kepala Seksi Pelayanan Tahanan, Oktomi, SPdI, mengatakan, dalam upaya mewujudkan lingkungan rutan yang kondusif, maka pihaknya menggandeng Kantor Kementerian Agama (Kemenag) OKU untuk melakukan bimbingan rohani kepada warga binaan.
“Alhamdulillah Kemenag OKU menyambut sangat positif kegiatan ini,” ucap Oktomi.
Dikatakan Oktomi, pihaknya rutin melaksanakan bimbingan rohani kepada warga binaan.
Selain itu, pihaknya meminta warga binaan untuk shalat lima waktu serta membaca beberapa surah pendek Alquran.
Kegiatan bimbingan rohani tersebut sengaja dicanangkan agar para warga binaan setelah nantinya kembali ke lingkungan masyarakat memiliki nilai lebih dan mendapat perubahan.
“Karena dari sekian banyak kasus yang dialami para warga binaan adalah kasus yang memang perlu pembinaan mental,” tukas Oktomi.
Herdianto menambahkan pihaknya menggelar kegiatan yang bersifat kerohanian dengan mengajak pemuka agama memberikan bimbingan rohani kepada warga binaan. Tujuannya, agar warga binaan selalu dekat dengan pencipta-Nya.
“Kita jalin hubungan emosional secara kekeluargaan dengan warga binaan,” ucap alumni Akademi Ilmu Pemasyarakatan ini.
Herdianto berharap, melalui kegiatan bimbingan rohani, warga binaan selalu membangun sikap atau perilaku yang baik.
“Agar bisa menjadi pribadi yang benar–benar merasa bertanggung jawab dalam menciptakan kehidupan yang aman, tentram dan damai dilingkunganya,” pungkas Herdianto.
Salah satu warga binaan Rutan Baturaja mengungkapkan, dirinya bersyukur dengan adanya kegiatan bimbingan rohani yang dilaksanakan pihak Rutan Baturaja.
Menurut dia, dengan kegiatan rohani inilah dirinya semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.
“Cuma inilah (kegiatan rohani) oleh–oleh bagi keluarga saya,” ucap napi yang tersangkut kasus narkoba ini.
Diakuinya, dirinya sangat rajin dan intens mengikuti setiap kegiatan rohani yang dilaksanakan Rutan Baturaja.
Menurutnya, ketika dirinya semakin dekat dengan Allah SWT, ada kesadaran dan penyesalan dalam dirinya dan bertekad tidak lagi mengulangi perbuatannya yang merugikan dirinya sendiri dan keluarganya.
“Insya Allah, setelah keluar dari lapas sini, saya tidak lagi mengulangi perbuatan saya,” pungkasnya. (wid)











