Restorasi dan Penataan Kawasan Kumuh di Lebak Cindo, Pemkot Palembang Dapat Suntikan Dana Segar

Walikota Palembang Harnojoyo tengah meninjau restorasi Sekanak Lambidaro dan penataan kawasan kumuh di Lebak Cindo.

Palembang, Sumselupdate.com – Lantaran keterbatasan anggaran, Pemerintah Kota Palembang memanfaatkan bantuan pemerintah pusat untuk restorasi Sekanak Lambidaro dan penataan kawasan kumuh di Lebak Cindo yang sedang dikerjakan saat ini.

Walikota Palembang Harnojoyo mengatakan, ada dua paket pengerjaan yang dijalankan di sepanjang Sekanak-Lambidaro. Pertama dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) sepanjang 800 meter dengan anggaran Rp38 Miliar.

Bacaan Lainnya

Kedua, Kementrian PU Cipta Karya sepanjang 500 meter untuk penataan kawasan kumuh dengan pagu anggaran Rp13 Miliar dan terkontrak Rp9 Miliar.

“Total Rp47 Miliar artinya untuk menata kawasan Sekanak-Lambidaro ini. Sungguh mahal biaya yang harus dikeluarkan untuk merestorasi Sekanak Lambidaro,” katanya usai meninjau langsung pengerjaan proyek Sekanak-Lambidaro, Jumat (5/3/2021).

Dengan dikembalikannya fungsi Sungai oleh Pemerintah, diharapkan masyarakat juga dapat mendukung dan ikut menjaga bersama kebersihan Sungai. Pemerintah tak bisa bekerja sendiri jika tanpa kesadaran masyarakat.

“Kita harap ini bisa dikerjakan Multiyears dan bisa selesai di 2023-2024 agar tidak sampai menunggu 11 tahun. Sebab, total panjang Sekanak-Lambidaro ini 11 kilometer, jika dikerjakan bertahap akan lama selesainya,” katanya.

Untuk menjaga kualitas air, di kawasan sekitar Sekanak-Lambidaro akan disediakan IPAL Komunal ataupun perkotaan, sehingga limbah cair khususnya tidak lagi mencemari sungai.

Kepala Dinas PUPR Kota Palembang, Ahmad Bastari mengungkapkan jika, masih ada limbah cair yang langsung dibuang ke sungai. Karenanya, IPAL skala perkotaan ataupun Komunal akan dipasang secepatnya. Tujuannya agar tidak adalagi masyarakat yang mengotori sungai dengan limbah.

“Kalau sudah terpasang IPAL maka bisa meminimalisir bau, polusi atau lainnya. Kondisinya bisa seperti semula dan Perahu bisa melintas karena kedalamannya pun sudah ditingkatkan melalui pengerukkan sedimentasi,” katanya. (Iya)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.