Baturaja, Sumselupdate.com – Sebanyak 418 mahasiswa Universitas Baturaja (Unbara) kembali mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN). Kali ini, diketahui jumlah tersebut tersebar di tiga kecamatan di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU).
Meliputi Kecamatan Peninjauan, Kecamatan Pengandonan dan Kedaton Peninjauan Raya (KPR). Desa Kedondong yang berada di Kecamatan Peninjauan menjadi salah satu desa yang mendapat jatah untuk didatangi mahasiswa KKN pada angkatan ke-18 tahun ini.
Namun, pada akhirnya dibatalkan untuk ditempatkan di desa itu. Rektor Unbara Bambang Sulistyo membenarkan adanya pembatalan tersebut. Kenapa dan bagaimana? Bambang menjelaskan, jika hal tersebut lebih kepada relokasi (pemindahan), lantaran adanya rekomendasi camat melalui LPPM Unbara.
“Benar, sesuai laporan LPPM bahwa di desa Kedondong direlokasi ke desa lain di kecamatan Peninjauan ini permintaan pihak kecamatan,” terang Bambang, Rabu (11/1/2017).
Disinggung terkait adanya kasus pengeroyokan perangkat desa terkait pilkades di desa itu, rektor membantah hal itu. “Memang saya sempat tanyakan kenapa direlokasi sebab KKN tak ada hubungannya dengan itu. Tapi pihak kecamatan meminta direlokasi, jadi tidak masalah lah,” katanya lagi.
Lebih jauh Bambang mengatakan, KKN ini merupakan kegaiatn akademik, bebannya 4 Sistem Kredit Semester (SKS). Syarat untuk bisa mengikuti KKN ini minimal mahasiswa atau mahasiswi sudah menempuh 110 SKS. Dengan demikian sudah memiliki kemampuan lebih dan benar-benar siap untuk melaksanakan KKN.
“Ada 418 mahasiswa dan mahasiswi yang dikirim mengikuti KKN tersebar di tiga kecamatan. Yakni Kecamatan Peninjauan, Kedaton Peninjauan Raya (KPR) dan Pengandonan,” katanya.
Program akademi KKN ini merupakan kegiatan dan kesempatan nyata bagi mahasiswa mengabdikan ilmunya langsung ke masyarakat. Selama 40 hari ini, mahasiswa bisa berkoordinasi dan berintegrasi dengan pihak kepolisian. Dalam hal ini, Babinkamtibmas yang ada di desa.
“Di setiap desa ada Babinkamtibmas. Adek-adek mahasiswa yang KKN bisa koordinasi dengan kepolisian. Terutama dalam kegiatan sosialisasi tentang hukum dan bahaya narkoba kepada masyarakat. Ini sangat penting,” ucapnya.
Di akhir sambutannya, Bambang mengharapkan, KKN ini berjalan sukses. Jumlah mahasiswa yang berangkat ini 418 ini, bisa pulang lengkap baik. Dan jika bertambah juga baik.
Sementara itu, Bupati OKU Drs H Kuryana Azis mengatakan, akan mengecek dan meninjau langsung proses akademi di lapangan Kuliah Kerja Nyata (KKN), Mahasiswa Universitas Baturaja.
Hal ini ia tegaskan, pada saat pelepasan ratusan mahasiswa KKN yangdipusatkan di Halaman Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemda) OKU.
“Dalam waktu 40 hari kalian KKN, sewaktu-waktu saya akan datang langsung ke lokasi KKN kalian di Desa-desa. Saya ingin lihat kerja nyata mahasiswa KKN ini ke masyarakat,” kata Kuryana.
Mahasiswa juga, kata H Kuryana, kemungkinan akan ditempatkan di rumah penduduk setempat. Maka itu, jangan seenaknya. Jangan merasa minta dibesarkan. “Ingat mahasiswa harus jaga dan kedepankan etika. Jangan mentang-mentang. Anggaplah rumah penduduk yang kalian tempati rumah sendiri,” pesannya.
Kepada kepala desa dan camat, juga dihimbau agar menjaga dan memperhatikan mahasiswa yang melaksanakan KKN ini. Jangan sampai kehilangan barang. Perhatikan keamanan mereka. Mahasiswa dan mahasiswi juga jangan seenaknya. Ingat etika harus dikedepankan.
“Sehingga pelaksanaan KKN yang kalian lakukan berjalan sukses,” ucapnya.
Kuryana mengatakan, selamat kepada mahasiswa. Semoga KKN ini bermanfaat bagi mahasiswa dan masyarakat. Lakukan, penyuluhan dan sosialisasi.
“Jadi bukan hanya kejahatan dan bahaya narkoba saja yang perlu disosialisasikan. Namun semuanya yang bersifat pelanggaran hukum perlu disosialisasikan. Saya menghimbau. Tolong ditaati dan diikuti dengan baik. Jangan semaunya di desa. Program yang disepakati; (antara) rektor, TNI dan Polri sangat bermanfaat untuk masyarakat,” pesan Bupati. (Yan)











