Rahmad Ananda, Pengidap Hydrocephalus Harapkan Uluran Tangan

Selasa, 1 November 2016
Bayi penderita Hydrocephalus

Palembang, Sumselupdate.com – Kegalauan campur sedih di muka  Arie Damayanti (34) nampak jelas, ketika menceritakan tentang kondisi Rahmad Ananda (5 bulan), anak bungsunya dari tiga bersaudara yang mengidap hydrocephalus.

“Kalau masalah ongkos pengobatan sangat dibutuhkan. Karena suami saya hanya buruh serabutan. Untuk ongkos ini hanya mengandalkan kasbon (utang), sedangkan saya cuma ibu rumah tangga. Sekarang suami saya di Jambi. Saya sangat berharap uluran tangan,” kata istri dari Suharjito (33) ini kepada wartawan  dikediamannya, di Jalan Kopral Ramin No 3751 RT 03, Sukajaya, Palembang, Selasa (1/11/2016).

Read More

Selama ini anaknya hanya bisa terbaring tak berdaya dengan kondisi sangat memprihatinkan. Selain mengalami pembesaran di bagian kepala, Rahmad juga mengalami kebutaan dan tuli di telinga sebelah kiri.

Menurutnya untuk pengobatan Rahmad sudah ditanggung program Jaminan Sosial Kesehatan (Jamsoskes) Sumsel Semesta atau yang lebih dikenal dengan Program Berobat Gratis.

“Saat ini Rahmad saya rawat sendiri di rumah setelah sebelumnya sempat dirawat selama 38 hari di rumah sakit. Sementara suami saya harus mencari nafkah menjadi buruh di provinsi Jambi,” katanya.

Rahmad, saat ini masih rutin menjalani perawatan dari dokter yang menanganinya, baik berupa kontrol maupun theraphy atas penyakit yang dideritanya.

Menurutnya awalnya penyakit yang diderita Rahmad pada bagian kepala itu, terjadi sejak umur sebulan. Dia melihat benjolan di tulang ekornya, hingga merambat dan menyerang otak.

Kepala bayi malang ini pun makin hari kian membesar dan mencapai lingkar sebesar 50cm. “Kami sudah melakukan sejumlah operasi. Saat ini, anak saya juga mengalami gangguan pendengaran dan juga penglihatan,” katanya.

Dengan segala keterbatasan, Arie harus menjaga dan merawat anaknya dengan benar-benar total. “Suami saya bekerja sebagai buruh di Jambi. Saya berharap ada uluran tangan dari para dermawan dan perhatian pemerintah,” katanya.

Selain itu sehari-hari, walaupun biaya berobat sudah ditanggung tapi dia juga butuh uang untuk ongkos berobat anaknya dan kebutuhan di rumah .Tak jarang pula dia mendapat bantuan keluarga dan tetangga.

“Dua anak saya sudah dititipkan sama keluarga untuk diasuh, karena saya harus fokus mengurus Rahmad yang saat ini sangat membutuhkan perhatian,” katanya. (ery )

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts