Puluhan Rumah Warga di Karang Agung Terendam Banjir

Selasa, 26 Desember 2017
Sejumlah rumah warga terendam banjir.

PALI, Sumselupdate.com – Meluapnya anak Sungai Batang Hari Abab menyebabkan puluhan rumah yang berada di pinggiran sungai di Desa Karang Agung dan Desa Betung, Kecamatan Abab Kabupaten PALI terkena banjir dengan kedalaman bervariasi.

Pantauan media ini, untuk melakukan aktivitas sehari-hari keluar rumah panggung yang terkena banjir warga setempat membuat lamban (kayu, bambu dan papan, dipasang di atas air) sebagai penghubung dari rumah ke daratan.

Read More

Diakui warga setempat, banjir tersebut merupakan banjir musiman atau tahunan. Warga membuat rumah panggung agar air tak masuk ke rumah warga yang menjadi langganan  banjir dampak dari luapan Sungai Batang Hari Abab.

“Banjir tahunan, jadi setiap Sungai Batang Hari Abab, meluap ditambah hujan deras pasti air masuk ke permukiman penduduk dan ini sering terjadi,” kata Nandar, warga Karang Agung, Selasa (26/12/2017).

Diakui Nadar banjir tersebut sudah sudah tiga pekan terjadi dengan kedalaman mencapai dua meter lebih. “Kalau rumah warga yang dekat dengan sungai banjir kedalaman sampai dua meter, sedangkan kalau jauh dari sungai sampai lutut orang dewasa, ada puluhan warga yang terkena banjir akibat hujan dan luapan sungai,” jelas Nandar.

Ditambahkan Eliman, menurutnya banjir tersebut disebabkan semakin dangkalnya Sungai Batang Hari Abab, oleh karena itu ia berharap agar pemerintah secepatnya melakukan normalisasi Sungai Batang Hari Abab dari hilir ke hulu. “Kami berharap agar Sungai Batang Hari Abab, cepat di keruk sehingga banjir tidak terlalu para dan air cepat mengalir,” harapan Eliman.

Dikatakannya bahwa dahulu, banjir tidak terlalu parah dan lama. Namun, karena ada pembukaan besar-besaran lahan perkebunan sawit oleh PT Golden Blonsun Sumatera (GBS) terletak di Desa Prambatan, dan Tanjung Kurung Kecamatan Abab maka resapan air berkurang.

“Ribuan hektare hutan bakau, gambut liar ditanam sawit oleh PT GBS, dampak sekarang sangat terasa, kalau musim hujan cepat banjir dan musim kemarau krisis air berkepanjangan,” jelas Eliman. (adj)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts