Puluhan Kantong Plastik Limbah Crude Oil Ditemukan di Sungai Penukal Talang Puyang, Aktivitas Warga Terganggu

Rabu, 18 Desember 2019
Warga Talang Puyang, Kelurahan Talang Ubi Barat, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI menunjukkan puluhan kantong plastik limbah yang berisi cairan hitam pekat yang diduga merupakan crude oil di Sungai Penukal.

PALI, Sumselupdate.com – Warga Talang Puyang, Kelurahan Talang Ubi Barat, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Provinsi Sumatera Selatan dikejutkan dengan temuan puluhan kantong plastik limbah yang berisi cairan hitam pekat yang diduga merupakan crude oil (minyak mentah) di Sungai Penukal.

Puluhan kantong plastik limbah tersebut ditemukan warga Rabu (17/12/2019) kemarin, saat warga hendak beraktivitas.

Read More

Diketahui, puluhan kantong plastik limbah tersebut berasal dari rembesan minyak pipa milik PT Pertamina EP Asset 2 field Pendopo di jalur Talang Puyang yang bocor beberapa waktu lalu.

Informasi yang berhasil dihimpun, tumpahan minyak mentah pertama kali muncul diduga pada Minggu (15/12/2019).

Puluhan kantong plastik limbah yang berisi cairan hitam pekat yang diduga merupakan crude oil di Sungai Penukal.

 

Sekitar 50 meter tumpukan minyak mentah yang berada di Sungai Penukal itu, terdapat line pipa minyak dan gas bumi yang bocor. Namun, terpantau line pipa tersebut sudah diklem.

Akibat dari kejadian tersebut, membuat aktivitas warga terganggu. Karena, selain menyebabkan Sungai Penukal menjadi  tercemar, dari lokasi kejadian juga tercium aroma bau menyengat dari limbah crude oil tersebut.

Selain itu, warga juga tidak bisa menggunakan air di Sungai Penukal, padahal Sungai Penukal menjadi sumber bagi warga sekitar untuk mandi dan mencuci serta memancing.

“Sudah beberapa hari limbah minyak itu berceceran di Sungai Penukal bahkan sudah ada yang dimasukkan kantong plastik ditumpukkan dalam sungai membuat sungai Penukal terbendung oleh tumpukam minyak mentah,” ungkap Ari, salah satu warga Talang Puyang.

Ari menduga, puluhan kantong plastik sengaja dibuang ke Sungai Penukal, karena ia menilai tidak mungkin puluhan kantong limbah crude oil berjalan sendiri ke Sungai Penukal.

“Terlepas dari apapun alasannya, tampaknya sengaja dibuang ke Sungai. Karena tidak mungkin kantong plastik limbah berjalan sendiri. Minyak ceceran itu membuat warga resah karena tidak dapat melakukan mencuci baju di sungai, dan juga baunya sangat menyengat sekali,” katanya

Kebocoran minyak mentah itu juga membuat sebagian warga yang suka mancing di Sungai Penukal itu memilih tidak menyalurkan hobinya,  karena para pencari ikan enggan memancing akibat tumpahan minyak mentah membuat ikan menjauh dari lokasi tangkapan mereka.

“Para pemancing di Talang Puyang ini tidak mau memancing, karna ikan di sungai pasti menjauh dari lokasi dan mungkin ada juga membuat ikan mati,” ucap Rizal, warga setempat yang suka mancing itu.

Sementara itu, Ferry Prasetyo Wibowo, Asisten Manager Legal and Relation PT Pertamina EP Asset 2 Field Pendopo membenarkan adanya puluhan kantong limbah di lokasi tersebut akibat rembesan minyak bekas kebocoran pipa PT Santika pada tanggal 15 Desember 2019 lalu.

Warga Talang Puyang, Kelurahan Talang Ubi Barat, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI menunjukkan Puluhan kantong plastik limbah yang berisi cairan hitam pekat yang diduga merupakan crude oil di Sungai Penukal.

 

“Sudah diklem pipa yang bocor tersebut, dan sudah dilakukan penanganan pemasangan oil boom di sungai tersebut,” jelas Ferry yang dihubungi via WhatsApp, Rabu (18/12/2019).

Untuk puluhan kantong plastik limbah crude oil tersebut, Ferry mengaku sudah diangkat dari sungai dan secara bertahap diangkut menuju gudang limbah B3 di Pendopo.

“Dari tim HSSE melakukan pembersihan secara bertahap sesuai metode kerja yang ada. Memang yang tercepat adalah minyak-minyak yg sudah tumpah di aliran air di hambat dengan oil boom agar tidak menyebar dan dilakukan pengangkutan baik menggunakan truk vacum dan manual dengan pengangkutan dengan kantong-kantong plastik,” tambahnya.

Ia membantah jika puluhan kantong plastik limbah tersebut dibuang dengan sengaja.

“Bukan dibuang sepertinya, karena mereka mengantongi sisa minyak yang gak bisa disedot kemudian dimasukkan ke dalam kantong plastik, dan diangkat ke atas bersamaan. Jadi biar cepat, semua limbah dikantongi untuk mencegah apabila hujan terbawa aliran air,” kata Ferry seraya menerangkan bahwa saat ini di Sungai sudah bersih dari kantong plastik limbah.  (adj)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts