Sebatang kuas melukis wajahmu
Di kertas hitam pekat
Kutarik garis merah dan putih seperti kibaran bendera
Seperti pelangi dipangkuan awan hujan
Lapisan warna menjengahkan
Matamu…
Harus berbinar segaris lintang khatulistiwa
Nyalang menembus batas ketidak-adilan
Menusuk mati jantung keserakahan
Tanpa kedip serumus jendela hati
Hidungmu…
Bangir membaui panas aroma manis kebusukan
Yang sudah busuk sebusuk-busuknya
Pada lapisan kulit tiada kedut
Mulutmu…
Biarkan menyalak dalam gaung kekuasaan
Bibir basah ludahi semua nada sengau
Tanpa sarkas menyengat tajam menghajar
Aku tak suka hitam putih
Kanvas ini berselimut warna-warni
Wajahmu adalah garis depan
Ruang selaras menggantung cermin
Tempat setiap jiwa mematut warna bijak
Cimahi, 27.03.202











