Yogyakarta, Sumselupdate.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo, menyebutkan ada lima provinsi di Indonesia yang memiliki tingkat kerawanan penggunaan isu SARA tertinggi dalam Pilkada serentak 2018.
“Sementara (pertama) di Papua dan kedua di Jawa Barat,” kata Mendagri usai menghadiri resepsi pernikahan putri Menteri Sekretaris Negara, di Jogja Expo Centar, Yogyakarta, Sabtu (30/12), seperti dilansir ANTARA.
Menurut Tjahjo, Papua memiliki tingkat kerawanan tertinggi karena tidak semua masyarakat di derah itu paham dengan Pemilu. Karenanya, sosialisasi mengenai Pemilu harus dilakukan secara lebih maksimal di daerah ini.
Selanjutnya, Jawa Barat dianggap memiliki tingkat kerawanan kedua tertinggi karena satu-satunya daerah dengan jumlah pemilih terpadat di Indonesia sehingga diperebutkan oleh seluruh partai politik.
Daerah lainnya yang memiliki tingkat kerawanan tinggi, sebut Tjahjo, adalah Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sumatera Barat.
Meski demikian, sambung Tjahjo, pemerintah bersama kepolisian, TNI, dan Badan Intelijen Negara telah melakukan pencermatan dan deteksi dini secara mendetail dengan mengacu peta kerawanan pada pilkada tahun-tahun sebelumnya.
“Saya optimis lancar dari sisi Pilkadanya. Hasil evaluasi Pilkada selanjutnya akan menentukan pola pada Pileg dan Pilpres,” ujarnya.
Dia pun berharap kepolisian berperan aktif menindak tegas setiap penggunaan isu SARA dalam setiap kampanye politik. Demikian halnya masyarakat, selain menghindari penggunaan isu SARA, fitnah, dan ujaran kebencian dalam kampanye, mereka juga diharapkan proaktif melaporkan apabila mengetahui adanya penggunaan isu SARA. (shn)











