Palembang, Sumselupdate.com – Sejak diresmikan pada bulan Februari (21/2) lalu, produksi kantong plastik organik atau berbahan dasar singkong belum banyak ditemukan di sejumlah retail penjualan ataupun supermaket di Kota Palembang.
Menanggapi hal ini, Staf Ahli Walikota Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Investasi, Sudirman Teguh mengungkapkan jumlah kantong plastik organik di Kota Palembang masih dalam skala terbatas. Pasalnya produksi kantong plastik organik tersebut memang masih belum banyak dan hanya memenuhi 3 – 5 persen saja.
“Permintaan akan kantong plastik organik banyak sekali sehingga perbandingannya tidak seimbang antara jumlah produksi dan permintaan,” kata Sudirman, Rabu (27/4).
Maka dari itu, lanjutnya, untuk mengurangi jumlah sampah plastik di Kota Palembang lebih diorientasikan terlebih dahulu dengan kantong plastik berbayar di sejumlah toko modern dan kedepannya akan diterapkan di pasar tradisional juga.
“Karena memang pada intinya ini dibuat untuk mengurangi jumlah sampah plastik, maka untuk sekarang kita terapkan lebih dahulu kantong plastik berbayar ini,” ujarnya.
Sementara itu, menanggapi masalah kantong plastik berbayar, Kepala Bidang Pengendalian dan Pencemaran, Heni menyampaikan telah ada peningkatan kesadaran pada masyarakat untuk tidak menggunakan kantong plastik pada saat berbelanja, karena sesuai dengan monitoring Kementrian Lingkungan Hidup telah mencapai 15 – 20 persen pengurangan untuk penggunaan kantong plastik.
“Khusus di Kota Palembang sendiri, sesuai dengan laporan, pada minimarket Alfamart setidaknya baru mencapai 8 persen masyarakat yang memiliki kesadaran untuk membawa kantong plastik sendiri pada saat berbelanja dan masih 69 persen lagi yang membayar kantong plastik lalu sisanya memilih tidak menggunakan kantong plastik,” pungkasnya. (ery)











