Palembang, Sumselupdate.com – Pro kontra rencana keberangkatan 40 kepala SMA/SMK di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) pergi loka karya ke Eropa pada 10-19 Maret mendatang, kian hangat.
Tak pelak, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, Drs Widodo Mpd angkat bicara terkait persoalan ini.
Widodo yang memastikan rencana keberangkatan para kepala sekolah SMA/SMK pada 10-19 maret mendatang, sudah melalui perencanaan yang matang dan murni untuk loka karya terkait peningkatan mutu serta kualitas sekolah yang berkaitan.
Menurutnya keberangkatan 40 kepala sekolah juga tidak pakai dana negara, semuanya memakai dana pribadi Kepala SMA/SMK, lalu yang ikut berangkat juga tidak ada unsur paksaan, semua bermuara kepada kesiapan masing-masing kepala sekolah.
“Kita tidak pakai dana negara, semuanya memakai dana pribadi Kepala SMA/SMK. dan tidak ada unsur paksaan untuk keberangkatan ini,” tegasnya
Dijelaskannya, semua rangkaian rencana loka karya ini telah disepakati oleh Kepala SMA/SMK di Sumsel yang tergabung di Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) sebelum akhirnya memutuskan ikut berangkat.
“Sejak awal yang harus dipahami dalam rangkaian loka karya ini semata-mata untuk mengarahkan pemahaman kepada sekolah untuk menuju sekolah yang berstandar Internasional,” katanya.
Dijelaskan Widodo, mengapa tujuan loka karya ke eropa dikarenakan di Sumsel sudah menjalin kerja sama dengan OECD untuk melakukan pertukaran guru dan pelajar di Eropa. Kalau di Asia, Sumsel sudah sering melakukan kerja sama dan saat ini sudah berjalan baik.
Terkait adanya anggapan bahwa momen keberangkatan tersebut dilaksanakan pada saat masa yang sulit, karena pencairan gaji guru belum rampung, Widodo menegaskan itu adalah adalah dua hal yang berbeda.
Menurutnya, keberangkatan loka karya sudah sejak Januari lalu direncanakan oleh pihak MKKS dan sudah menemukan kesepakatan untuk berangkat pada Maret.
“Terkait keberangkatan ini mendekati pelaksanaan UN, ini tidak meski jadi persoalan. Apalagi saat pelaksanaan UN nanti semua Kepsek sudah di sekolah masing-masing,” kata Widodo.
Lebih lanjut Widodo mengajak, agar semua pihak memahami secara bijak serta mendukung program ini demi menjadikan sekolah unggulan yang ada di Sumsel untuk meningkatkan mutu menjadi sekolah berstandar internasional.
“Yakin saja akan program ini, tidak akan menyimpang dan ini murni untuk kebaikan peserta didik dan kualitas guru di Sumsel,” harapnya.
Sementara itu, Ketua MKKS SMA Nasrul Bani menyebutkan rencana keberangkatan ini sudah sejak lama direncanakan dan tidak mengunakan dana sekolah. Oleh karenanya perlu didukung agar apa yang diharapkan bisa terwujud.
“Lagian para kepala sekolah itu juga berangkat dengan menggunakan dana pribadi, lalu ini juga sudah menjadi program MKKS untuk meningkatkan mutu serta kualitas bagi SMA/SMK di Sumsel,” pungkasnya. (adi)











