Kolombia, Sumselupdate.com– Presiden Kolombia, Juan Manuel Santos, berhasil meraih penghargaan Nobel Perdamaian tahun 2016, Jumat (7/10), atas perannya mewujudkan perdamaian antara pemerintah Kolombia dengan kelompok militan FARC.
Santos diganjar penghargaan Nobel Perdamaian setelah pemerintahannya berhasil mengakhiri 52 tahun konflik internal melawan FARC.
Santos pun berjanji akan menghidupkan kembali rencana perdamaian walaupun sejumlah masyarakat Kolombia menolak perjanjian damai melalui referendum Senin lalu.
Sebelumnya, hasil referendum menunjukkan sebanyak 50,23 persen warga menolak perjanjian damai, sementara 49,76 persen mendukung perdamaian dengan FARC.
“Hadiah ini juga harus dilihat sebagai penghargaan bagi warga Kolombia,” tutur Ketua Panitia Norwegian Nobel Kaci Kullmann Five saat mengumumkan pemenang seperti dikutip Reuters, Jumat (7/10).
“Mayoritas masyarakat yang memilih tidak setuju pada perjanjian damai tidak menandakan proses perdamaian menjadi terhambat,” kata Five.
Penganugerahan hadiah Nobel ini, ucap Five, justru bisa menjadi landasan bagi kedua belah pihak yakni pemerintah Kolombia dan kelompok FARC untuk menjaga perdamaian.
Kolombia menandantangani perjanjian damai dengan FARC pada Agustus lalu setelah melalui perundingan panjang selama empat tahun di Kuba. Perjanjian ini sekaligus mengakhiri pemberontakan kelompok Marxis itu yang telah berlangsung selama setengah abad dan menewaskan sekitar 250 ribu orang. (shn)











