Teheran, Sumselupdate.com – Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa negaranya tidak akan meninggalkan teknologi nuklir yang bersifat damai. Pernyataan tersebut disampaikan dalam pertemuan dengan tiga aktivis sipil, seperti dilaporkan kantor berita semiresmi Tasnim News Agency pada Selasa (17/2).
Dalam kesempatan itu, Pezeshkian menyatakan kesiapan Iran untuk membuktikan bahwa program nuklirnya murni untuk tujuan damai. Ia menegaskan Iran telah berulang kali menyatakan tidak mengembangkan senjata nuklir, sesuai kebijakan nasional dan fatwa yang dikeluarkan oleh Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.
Menurutnya, Teheran siap menjalani berbagai bentuk verifikasi untuk memastikan komitmen tersebut. Namun, ia menekankan Iran tidak akan menerima larangan atas penggunaan ilmu dan teknologi nuklir untuk kepentingan medis, industri, maupun pertanian.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan antara Teheran dan Washington, serta penguatan kehadiran militer Amerika Serikat di kawasan Asia Barat.
Iran dan Amerika Serikat sebelumnya telah menyelesaikan putaran kedua perundingan nuklir tidak langsung di Jenewa pada Selasa. Negosiasi itu berlangsung di Kedutaan Besar Oman di Jenewa dan dimediasi oleh Menteri Luar Negeri Oman, Sayyid Badr bin Hamad bin Hamood Albusaidi.
Sebelumnya, putaran pertama perundingan tidak langsung digelar di Muscat, ibu kota Oman, pada 6 Februari lalu.
(**)











