Prajurit TNI AD Asah Kemampuan Menembak

Sikap tiarap dalam latihan menembak TNI AD.

Palembang, Sumselupdate.com – Kemampuan dan kemahiran menembak merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh setiap prajurit TNI AD, tanpa terkecuali. Dimanapun prajurit ditugaskan baik di satuan tempur, satuan bantuan tempur maupun satuan bantuan administrasi dituntut untuk memiliki kemahiran menembak. Karena tugas pokok prajurit TNI pada dasarnya adalah berperang dan bertempur melawan musuh Negara. Untuk memenangkan suatu pertempuran, salah satu kemampuan yang harus dikuasai adalah kemampuan menembak.

Untuk itulah, seluruh prajurit Kodam II/Swj melaksanakan latihan menembak secara rutin dan terprogram. Sebagaimana yang dilakukan prajurit Ajendam II/Swj, ditengah kesibukan melaksanakan seleksi calon Tamtama TNI AD, pada Kamis (10/3) melaksanakan latihan menembak senjata ringan Triwulan I TA. 2016 bertempat di lapangan tembak Air Batu Kompleks Yonarhanud 12/SBP Kodam II/Swj, Km 15 – Palembang.

Bacaan Lainnya

Baca Juga : Kodam Kirim Pasukan Bantu Korban Banjir di Pulau Bangka

Sebelum pelaksanaan latihan menembak, dipimpin oleh Kordinator latihan terlebih dahulu telaksanakan senam dan briefing, agar seluruh kegiatan latihan menembak dapat berjalan dengan lancar dan aman. Pada sesi latihan menembak ini, dilaksanakan latihan menembak senjata pistol FN dan senapan panjang M 16 A1. Latihan menembak pistol diperuntukkan bagi Perwira, dilaksanakan pada jarak 15 meter dengan sikap berdiri dua tangan, 3 butir peluru tembakan koreksi dan 10 butir peluru tembakan penilaian. Sementara untuk menembak senapan, yang diperuntukkan bagi prajurit Bintara dan Tamtama, dilaksanakan pada jarak 100 meter dengan sikap tiarap. Selesai menembak, masing-masing petembak melihat hasil perkenaan tembakannya pada lesan.

Program Pembinaan TNI AD
Pengarahan dan drill dari Kaajen.
Pengarahan dan drill dari Kaajen.

Di tempat terpisah, Kapendam II/Swj Kolonel Arh Syaepul Mukti Ginanjar,S.I.P menjelaskan bahwa latihan menembak merupakan salah satu fokus dalam pembinaan satuan. Karena keberhasilan pembinaan menembak, akan memberi dampak psikologis yang positif terhadap prajurit, dalam melaksanakan tugas sebagai alat negara di bidang pertahanan.

“Kemampuan dan kemahiran menembak seorang prajurit merupakan faktor utama yang menunjang keberhasilan pelaksanaan tugas pokok satuan’, ujarnya.

Untuk itu, sambungnya, setiap Komandan atau pimpinan satuan, dituntut untuk terus meningkatkan kemampuan menembak para prajuritnya serta mengembangkan kreatifitas dalam membina kemampuan menembak di satuannya masing-masing, sehingga standar kemampuan menembak yang diharapkan dan harus dicapai oleh seorang prajurit TNI AD dapat terwujud. (ril/erk)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.