PALI, Sumselupdate.com – Danau Burung adalah salah satu tempat yang memiliki potensi kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) berupa hasil ikan air tawar yang melimpah setiap tahunnya.
Danau yang memiliki air berwarna coklat pekat ini terletak di tiga desa, yakni di Desa Tempirai Induk, Desa Tempirai Utara dan Desa Tempirai Timur, Kecamatan Penukal Utara, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).
Saat dilakukan lelang lebak lebung atau lelang sungai, pastinya Danau Burung memiliki harga fantastik, karena ditopang hasil ikan yang melimpah dan menjanjikan.
Danau ini terletak tidak jauh dari desa, hanya berjarak kurang lebih satu jam dengan menggunakan jalan darat jika keadaan sedang kemarau atau melalui jalur air lebih dari dua jam.
Namun, sejak 2017 hasil Danau Burung tinggal cerita belaka, pasalnya danau yang harga lelangnya pernah hampir menyentuh harga Rp200 juta ini belum dapat menghasilkan ikan air tawar seperti tahun sebelumnya.
Hal ini diakui oleh Sumari (36) warga Desa Tempirai Induk, sang pemenang lelang sungai sejak 2015 lalu hingga saat ini.
Sumari menjelaskan, saat panen ikan dari Danau Burung 2016 dengan harga lelang Rp90 juta dirinya mendapat kurang lebih 70 ton dengan keuntungan mencapai Rp1,4 miliar.
“Kita pegang lelang di Danau Burung ini sejak 2015 hingga saat ini. Tahun 2016 itu hasil paling besar, dari penjualan ikan itu kurang lebih sekitar 70 ton, belum ditambah sama hasil yang dibagikan kepada warga lainnya, ataupun warga yang ikut langsung memanen saat itu,” jelasnya.
Setelah panen pada 2016, lanjut Sumari, saat kondisi air danau mengering, diketahui bahwa Danau Burung telah mengalami pendangkalan, karena banyaknya lumpur dari buangan kanal salah satu perusahaan yang berada di sekitar Danau Burung.
“Tahun 2017 kita mengambil lelang dengan harga Rp175 juta, namun gagal panen dan dilanjutkan dengan 2018 tidak dilelang, namun saat itu hasil nya hanya 8 ton, artinya memang tidak ada keuntungan. Tahun ini kita menang lelang lagi untuk Danau Burung dengan harga Rp6 juta dan masih menunggu hasil panen,” bebernya
Dirinya berharap, agar ada perhatian dari pemerintah dan perusahaan terkait agar dilakukan pengerukan lumpur didasar Danau Burung, agar hasil ikan tidak terus turun setiap tahunnya.
“Kalau bisa 3 atau 5 tahun sekali dilakukan pengerukan lumpur, agar tidak terjadi pendangkalan dan membuat hasil ikan terus turun. Danau Burung ini luasnya sekitar 35 hektar, jika di musim kering maka pengerukan akan lebih mudah,” harapnya agar setelah panen nanti ada perhatian dari pihak terkait untuk usaha meningkatkan lagi hasil dan harga lelang Danau Burung. (adj)











