Positif Terjangkit Virus Jembrana, 13 Sapi di Lahat Mati Mendadak

Petugas menyemprotkan cairan desinfektan ke kandang menyusul 13 ekor sapi Bali milik kelompok tani Impian di Desa Cecar, Kecamatan Kikim Timur, Kabupaten Lahat, Sumsel mati mendadak, Selasa (15/3/2022).

Laporan: A Putra

Lahat, Sumselupdate.com – Setidaknya 13 ekor hewan ternak sapi Bali milik kelompok tani (Koptan) Impian di Desa Cecar, Kecamatan Kikim Timur, Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mati mendadak.

Bacaan Lainnya

Setelah dilakukan pengambilan sampel darah, rupanya hewan-hewan tersebut positif terjangkit virus Jembrana, yang memang menjadi momok bagi peternak hewan.

Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan (Keswan) dan Peternakan Lahat, drh Astin Tri Saputra membenarkan pihaknya menerima laporan dari Koptan Impian, di mana 13 ekor sapi Bali mati mendadak.

“Setelah kita ambil sampel darah, dan dikirim ke Palembang, hasilnya positif Jembrana. Dan petugas langsung menyemprotkan cairan desinfektan ke kandang,” kata dia, Selasa (15/3/2022).

Dirinya menambahkan, hewan-hewan sapi Bali tersebut, berasal dari Bandar Lampung, yang diduga sudah terjangkit virus Jembrana.

“Ketika sampai ke Koptan, petugas menyuntikan vaksin Anti virus Jembrana, akan tetapi, kenyataannya tidak bisa dibayangkan, laporan yang masuk 13 mati mendadak, dan kita langsung ke lokasi untuk mengambil sampel darah,” papar Astin.

Astin menuturkan, sedangkan ciri-ciri ternak sapi yang terindikasi terkena virus jembrana, biasanya, ternak mengalami demam tinggi dengan suhu mencapai 38-45 derajat celsius.

Kemudian pada bagian kelenjar limfa ada pembengkakan hebat, selaput lendir mulut sapi ada luka, dan sering perdarahan pada kulit.

“Kini, sapi-sapi tersebut sudah dimusnahkan dengan cari dikubur ke dalam tanah. Tentunya ini, akan lebih waspada lagi apabila sapi Bali masuk ke Lahat,” jelasnya.

Dirinya menerangkan, virus Jembrana ini tidak menularkan baik ke manusia ataupun sapi lainnya. Hanya kepada sapi sejenis yakni sapi Bali.

“Pihaknya akan ekstra waspada apabila ada hewan sapi Bali tiba ke Lahat, di mana, pemeriksaan kesehatan lebih diperketat lagi,” tegas Astin.

Terpisah, Kepala Desa (Kades) Cecar, Abdul Haris Juandi membenarkan, satu Koptan yang membudidaya sapi Bali, telah melaporkan ada 13 ekor yang tiba-tiba mati.

“Lalu, kita teruskan ke Bidang Keswan dan Peternakan Lahat, dan mereka langsung merespon dengan turun ke lokasi,” tukasnya. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.