Laporan: Diaz Erlangga
Palembang, Sumselupdate.com – Personel Unit Reskrim Polsek Sukarame Palembang kejar-kejaran dengan puluhan pelajar yang menenteng senjata tajam (sajam) dan hendak melakukan tawuran.
Aksi tawuran nyaris pecah terjadi di Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Karya Baru, Kecamatan Alang Alang Lebar Palembang atau tepatnya di Simpang Tiga Palem, Maskarebet, Palembang, Senin (6/3/2023) sekitar pukul 17:15 WIB.
Lebih dari 12 sepeda motor yang dikendarai pelajar SMA, baik yang berboncengan dua atau pun tiga mendatangi lokasi dengan beriringan.
Lebih dari 25 orang pelajar laki-laki yang beriringan tersebut, di antaranya datang dengan menenteng senjata tajam jenis celurit serta memakai penutup wajah atau sebo.
Beruntungnya jajaran Unit Reskrim Polsek Sukarami berhasil tepat waktu dan berhasil membubarkan pelajar yang hendak melakukan aksi tawuran.
Unit Reskrim Polsek Sukarame, yang dipimpin Iptu Deni Irawan, juga berhasil mengamankan satu bilah celurit yang sempat dibuang oleh satu orang pelajar yang berhasil diamankan.
Bahkan Opsnal Unit Reskrim Polsek Sukarame, dibuat kejar-kejaran dengan pelajar. Setelah digelandang ke Polsek Sukarame, satu pelaku tawuran yang diamankan tersebut diketahui berinisial DK (17) seorang remaja yang baru berhenti dari salah satu SMA yang berada di Kecamatan Plaju Palembang.
Yang bikin geleng-geleng kepala, rupanya DK ( 17) ini merupakan pelajar yang pernah ditangkap unit 1 Subdit Jatanras Polda Sumsel pada pertengahan November 2021 lalu.
“Sama waktu ditangkap sama Jatanras itu gara gara tawuran. Kalau yang tadi rencananya mau tawuran dengan anak SMA yang di Angkatan 66 dan kami janjian untuk tawuran di jalan Soekarno-Hhatta,” ucap DK.
DK mengaku baru-baru ini diberhentikan sekolah lantaran atas ulahnya hingga berurusan dengan pihak kepolisian.
Bukannya kapok, DK berkilah hanya ikut-ikutan melakukan aksi tawuran usai diajak oleh mantan kakak kelasnya saat masih bersekolah.
Ia mengaku biasanya mereka saling undang dan saling tantang untuk tawuran melalui media sosial (medsos) Instagram, salah satunya akun #gamaallbest.
“Biasanya lewat IG, kami ngumpulnya di warung belakang SMK Gama di Plaju. Nunggu instruksi baru konvoi dan mencari siswa yang jadi sasaran aksi tawuran,” jelasnya.
Sementara itu, Kapolsek Sukarame Kompol Dwi Satya Arian, SH, SIK menegaskan jika oknum pelajar yang hendak tawuran itu merupakan pelajar dari luar wilayah hukum Polsek Sukarame.
“Kami secara rutin mendatangi sekolah-sekolah di wilayah hukum Polsek Sukarame untuk mengingatkan agar tidak terlibat aksi tawuran. Kami imbau juga kepada orang tua untuk selalu mengawasi aktivitas anak-anak mereka di waktu bersekolah,” kata Dwi,
Terhadap terduga pelaku tawuran setelah diperiksa dan didata selanjutnya dipanggil orang tuanya untuk menandatangi surat pernyataan untuk tidak lagi mengulangi perbuatannya. (**)











