Palembang, Sumselupdate.com – Jajaran Polresta Palembang menyantuni keluarga korban Safrudin alias Bodong (36) yang tewas ditabrak kereta api beberapa hari lalu.
Rombongan Polresta Palembang yang dipimpin Kabag Ops Kompol Andi Kumara SIk didampingi Kasat Sabhara Rachmat Pakpahan dan Kapolsek Kertapati Deli Haris memberikan langsung santunan kepada keluarga korban dikediamnya di kawasan Jalan Abi Kusno, Lorong Sukabaru III, Kecamatan Kertapati, Kamis (16/2/2017).
Ida (26), istri korban didampingi putrinya, Kayla (6) yang masih terbaring lemah, terlihat tidak bisa menahan tangis ketika pihak kepolisian memberikan perhatian khusus kepada keluarganya yang menjadi korban kecelakaan tersebut.
“Tentunya kami merasa sangat berterimakasih kepada pihak Polresta Palembang yang datang ke sini dan masih peduli dengan keadaan kami seperti ini,” terangnya.
Selain itu, pihaknya sangat menyesalkan karena sampai saat ini pihak dari PT KAI yang harusnya bertanggungjawab sama sekali belum menyambangi rumah duka. “Kecewa, karena pihak KAI belum ada yang berkomunikasi. Kami akan menuntut karena sudah merengut nyawa suami saya,” ucapnya.
“Kami ingin ada niat baik dari pihak PT KAI dan sampai saat ini kami masih menunggu. Karena kami ingin pihak PT KAI datang ke sini,” tambahnya lagi.
Pihaknya mengancam akan menuntut pihak PT, KAI jika sampai jangka waktu yang ditentukan tak ada niat baik, maka pihaknya akan menuntut secara hukum. “Kalau tak ada niat baik, kami minta proses hukumnya. Suami saya ini tulang punggung keluarga,” tandasnya.
Safrudin alias Bodong yang juga merupakan salah satu penciri kelompok suporter Sriwijaya FC, Singa Mania tewas dengan kondisi tubuh hancur setelah ditabrak kereta api Bukit Serelo jurusan Palembang-Lubuklinggau. (tra)











