Polres PALI Amankan Dua Kurir Shabu Antar Kabupaten

Kedua pelaku saat menunjukkan barang bukti narkoba jenis shabu

PALI, Sumselupdate.com — Satuan Reserse Narkoba (Satres Narkoba) Polres PALI kembali berhasil mengamankan dua orang yang diduga sebagai kurir pengantar narkotika.

Kedua kurir tersebut diamankan di tempat terpisah, yakni Samsudin (39) warga Tempirai Selatan Kecamatan Penukal Utara Kabupaten PALI diamankan di wilayah kecamatan Penukal Utara saat hendak menuju ke Belimbing, kabupaten Muaraenim.

Bacaan Lainnya

Samsudin ditangkap Satres Narkoba Polres PALI beserta satu unit mobil pick up yang masih profit dengan barang bukti berupa serbuk putih diduga narkoba jenis shabu dengan berat 81,93 gram dan 10,14 gram yang disembunyikan di ban serep mobil.

Satres Narkoba Polres PALI juga berhasil menangkap Ahmad Haris warga Simpang Tanjung, Kabupaten Muaraenim di jalan Desa Benuang Kecamatan Talang Ubi karena membawa serbuk putih diduga Narkoba jenis shabu seberat 34,27 gram yang diletakkan di dashboard sepeda motor jenis matic.

“Alhamdulillah kita bisa mengungkap yang lebih besar. Dua pelaku ini merupakan kurir. Keduanya dikenakkan Pasal 114 ayat 2 dengan ancaman penjara seumur hidup,” terang Kapolres PALI AKBP Rizal Agus Triadi SIk didampingi Kasatres Narkoba AKP Andri Noviansyah, Selasa (16/2/21).

Kapolres menyebutkan bahwa penangkapan pelaku itu berkat adanya informasi masyarakat akan adanya transaksi narkoba.

“Informasi itu langsung kita selidiki dan berhasil kita tangkap pelaku serta barang buktinya. Kita menegaskan akan terus memburu bandar yang lebih besar lagi agar peredaran narkoba di PALI bisa ditekan,” tukasnya.

Ditegaskan Kapolres bahwa jalur masuk PALI – Muba akan diperketat karena disinyalir menjadi akses keluar masuk barang haram itu. “Kita perketat pengawasan di jalur itu,” tandasnya.

Sementara itu, tersangka Samsudin mengaku bahwa dirinya baru sekali itu menjadi jasa pengiriman narkoba.

“Aku disuruh seseorang untuk mengambil barang ini dari Air Itam untuk di kirim ke Muba dengan penerimanya bernama Rudi, asal Simpang Gas, kabupaten Musi Banyuasin (MUBA). Jasa angkut sebesar Rp 2 juta sekali kirim. Barang itu aku sembunyikan di ban serep mobil,” kata bapak empat orang anak itu. (adj)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.