Laporan Haris Widodo
Palembang, Sumselupdate.com — Diduga hilang kendali satu unit mobil Isuzu Panther Touring nopol BG 1847 MR yang membawa pasangan Suami Istri (Pasutri) terjun bebas ke Sungai Dekranasda Jalan Dekranasda, Kelurahan 15 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I Palembang, Provinsi Sumatera Selatan, Selasa (16/05) sekitar pukul 17.30 WIB.
Tragisnya, dalam peristiwa sore tadi itu, salah satu penumpang tewas. Informasi dihimpun, mobil tersebut berisikan pasangan suami istri yakni, Atik Fitriani (48) dan Ibradir Oskar (58), warga Perumahan Opi, Lorong Anggrek I. Blok L No 30, Kelurahan 15 Ulu, Kecamatan Jakabaring Palembang.
Akibat perisitiwa tersebut. Atik meregang nyawa di dalam mobil yang tenggelam, lantaran tidak bisa menyelamatkan diri saat mobil terjun bebas.
Sementara itu dari kesaksian warga, Ibadir Oskar berhasil diselamatkan warga sekitar dan hanya mengalami luka-luka ringan.
Menurut, Eli (32), warga sekitar, saat peristiwa tersebut dirinya sedang menanam pisang. Lalu dirinya melihat mobil nyebur ke sungai.
“Saya lihat mobil tersebut sedang belajar mobil. Tapi mobil tersebut berbelok ke kiri dan nyebur ke sungai. Warga langsung berusaha menyelamat orang di dalam mobil. Pria tersebut berhasil diselamatkan. Namun, istrinya saat dievakuasi sudah meninggal,” ujar Eli kepada awak media, Selasa (16/2/2021).
Pawas Polsek Seberang Ulu I Palembang, Iptu Usman mengatakan, pihaknya mendapat informasi dari masyarakat, kalau ada mobil terjun ke sungai di samping Dekranasda dan pihaknya langsung menuju ke TKP.
“Mobil tersebut berisikan sepasang suami istri. Tetapi warga hanya bisa menyelamatkan suaminya saja. Warga tidak tahu kalau ternyata istri korban masih ada di dalam mobil dan warga berusaha menyelamatkan istrinya tetapi nyawa korban tidak tertolong,” katanya
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Palembang (sekda) Ratu Dewa mengatakan, dirinya mendapat kabar tersebut dari warga dan media sosial (Medsos) Instagram (IG).
“Karena saya ingin pastikan betul atau tidak kejadian ini sehingga saya langsung menuju ke TKP. Saya langsung menghubungi Dinas Perhubungan untuk mengevakuasi mobil tersebut. Namun untuk kronologi lebih lanjut, nanti pihak kepolisian yang melakukannya,” jelasnya. (**)











