Laporan: Marwan Ashari
Muarabeliti, Sumselupdate.com – Kepolisian Resort (Polres) Musirawas (Mura) berkurban sedikitnya 21 hewan ternak terdiri dari 14 sapi dan 7 kambing yang dikurbankan pada Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah, Minggu (10/7/2022).
Kurban 14 sapi tersebut atas nama AKBP Achmad Gusti Hartono, Kompol Edwartu, AKP Dedi Rahmat Hidayat, AKP Budi Harto, AKP Herman Junaidi, Ipda Nur Hendra, Adc Kapolres, Sekwan Mura, Amir Hamzah, PT AKL, PT Juanda, PT Lonsum, PT Medco, Kelompok I, dan Kelompok III.
Sedangkan 7 kambing atas nama AKP Amirudin, AKP Heri Hurairoh, Ipda Marliansyah, Aipda Budi Hartanto, Bripda Rusandi, Zul Amru Matondang dari PT CLBB
Dalam kurban hewan ternak ini, Polres Mura mengusung tema ‘Dengan Berkurban Kita Tingkatkan Rasa Ketaqwaan Kita Kepada Allah SWT’.
Pelaksanaan kurban tersebut dihadiri langsung Kapolres Mura AKBP Achmad Gusti Hartono didampingi Ketua Bhayangkara Cabang Mura Ny Irene Gusti Hartono, Kabag Ops Kompol Polin E.A Pakpahan, Kasat Reskrim AKP Dedi Rahmat Hidayat, Kasat Narkoba AKP Herman Junaidi, Kasat Lantas AKP Budi Harto, Kasat Intelkam AKP Amirudin serta para personel Polres Mura.
“Syukur alhamdulillah bahwa saya beserta personel Polres Mura melaksanakan kurban,” kata Kapolres Mura AKBP Achmad Gusti Hartono didampingi Ketua Bhayangkara Cabang Mura Ny Irene Gusti Hartono.
Kapolres menjelaskan pada Minggu (10/7/2022) yang cerah dan pernuh berkah ini, bersama-sama merayakan Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah.
“Beberapa dari kita menyebut hari raya kurban, ada juga yang menyebut hari raya haji, karena bertepatan dengan ibadah haji di mekkah. Namun Hari Raya Idul Adha lebih lekat kepada hari raya kurban, karena perintah shalat dan berkurban tersebut tertulis di dalam Alquran surat Al Kautsar sebagaimana artinya Sesungguhnya kami telah memberikan nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkurbanlah. (QS Al-Kautsar (108):1-2),” jelas Kapolres.
Lebih lanjut Kapolres menjelaskan, berkurban adalah suatu kebutuhan.
“Sebagaimana yang sering saya sampaikan, kurban adalah sunnah bagi yang mampu. Menurut saya, mampu di sini adalah suatu keadaan fisiliogis dan psikologis untuk rela menyisihkan rezekinya untuk, memenuhi kebutuhan orang lain, memenuhi syariat Islam,” jelasnya.
Dikatakan Kapolres, secara ilmu pengetahuan sosial, berkurban disebut teori Kebutuhan dari Maslow. Secara mendasar manusia memiliki tingkat kebutuhan yaitu kebutuhan fisik, kebutuhan keamanan, kebutuhan kasih sayang, kebutuhan penghargaan, kebutuhan aktualisasi diri,” ujarnya.
“Manusia yang terbaik adalah manusia yang bermanfaat bagi orang lain, bermanfaat bagi orang lain, salah satunya adalah dapat memenuhi atau mencukupi kebutuhan orang lain. Sebagaimana hadis yang diriwayatkan Al Tabrani, yang artinya Sebaik-baik Manusia Adalah yang Bermanfaat bagi Manusia yang Lain,” tamabah suami Ny Irene Gusti Hartono ini.
Lebih lanjut Kapolres memaparkan, di manakah letak kurban dalam teori kebutuhan? Maslow meyakini bahwa pemenuhan kebutuhan berkaitan dengan kebahagiaan, apabila manusia telah dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar tersebut, maka manusia dapat merasakan kebahagiaan.
‘Kurban berada di puncak kebutuhan tersebut yaitu kebutuhan aktualisasi diri seorang muslim. Kurban adalah lambang ketaatan juga kesabaran Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Kurban adalah amal sedekah terbaik pada Hari Raya Idul Adha, kurban adalah bukti keikhlasan kita untuk dapat bermanfaat bagi orang lain,” ujarnya
“Sekali lagi selamat Hari Raya Idul Adha dengan berkurban, semoga kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik dari hari-hari sebelumnya, dengan meneladani ketaatan, dan kesabaran pada pengorbanan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail juga pada kasih sayang Rasullullah Nabi Muhammad SAW kepada umatnya,” pungkasnya. (**)











