Polisi Polisi Sangat Hati-hati untuk Tahan Irjen Napoleon, Ini Alasannya

Irjen Pol Napoleon Boneparte (tengah)

Jakarta, Sumselupdate.com – Penyidik Bareskrim Polri mengaku sangat hati-hati untuk melakukan penahanan terhadap Irjen Napoleon Bonaparte dan Tommy Sumardi, selaku tersangka kasus dugaan korupsi pengurusan untuk terpidana Djoko Tjandra. Padahal, Djoko Tjandra dan Brigjen Prasetijo Utomo sudah dilakukan penahanan.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Awi Setiyono mengatakan proses penahanan itu sangat tergantung, baik secara subjektif maupun objektif dan kewenangannya semua ada pada penyidik.

Bacaan Lainnya

“Jangan sampai kita terbelenggu ngejar-ngejar istilah, kok enggak ditahan atau bagaimana, berisiko oleh penyidik,” kata Awi di Mabes Polri pada Selasa, (6/10/2020) seperti dikutip dari vivanews.

Karena, kata dia, dalam kasus-kasus tindak pidana korupsi itu tidak mudah untuk membuktikan atau mengungkap suatu peristiwa pidana. Sehingga, Polri dalam hal ini sangat hati-hati untuk melakukan penahanan terhadap seseorang tersangka.

“Polri dalam hal ini kehati-hatiannya, daripada kita menahan orang nanti kita kehabisan waktu masa ini. Tentunya, itu sangat merepotkan penyidik,” ujarnya.

Kemudian, Awi mengatakan, tidak ada aturan yang dilanggar terkait belum dilakukan penahanan terhadap mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri Irjen Napoleon. Sebab, penahanan itu kewenangan penyidik yang diatur dalam KUHAP.

“Kita tahan atau tidak, tentunya itu ada penilaian subjektif maupun objektif dari penyidik. Itu sudah diatur dalam KUHAP dan tidak ada yang dilanggar disini,” jelas dia. (adm3/vvn)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.