Muaraenim, Sumselupdate.com — Pemkab Muaraenim melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menggelar pelatihan Pola Asuh Anak (PAAR) yang baik, Rabu (22/11/2023) di Ballroom Hotel Griya Sintesa Muaraenim. Kegiatan ini dibuka oleh Penjabat (Pj) Muaraenim H Ahmad Rizali yang diwakili oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Muaraenim, H Emran Tabrani.
H Emran Tabrani mengatakan, tujuan dari pelatihan ini adalah memberikan pemahaman dan keterampilan kepada tenaga penyuluh atau kader, terkait dengan pola asuh anak dan remaja yang baik dan membentuk generasi penerus yang sehat, mandiri, berkarakter positif dan tangguh.
Selain itu, pelatihan ini juga bertujuan untuk memberikan edukasi dalam tumbuh kembang anak secara optimal dan untuk penanggulangan dan pencegahan stunting di Kabupaten Muaraenim.
“Harapan bagi kita, bagi orang tua, bagi bangsa dan negara, tugas pemerintah ini mulai dari sebelum lahir anak itu, diadakan pola pembinaan remaja, dia berkeluarga, dia hamil, sampai dia melahirkan, jadilah balita sampai remaja dan dewasa, sampai dia meninggal, itu tugas pemerintah melakukan pembinaan. Pembangunan sumber daya manusia ini menjadi tugas kita bersama, agar yang diharapkan oleh orang tua dan keluarga itu memang anak yang betul-betul membanggakan dengan perkembangan fisik dan mentalnya normal,” harapannya.
Ia juga menyampaikan bahwa pola asuh anak dan remaja ini sangat penting dalam keluarga, karena dihadapkan dengan persoalan-persoalan, tidak hanya fokus bagaimana mencegah stunting, artinya program pemerintah yang sudah diprogramkan dan anggaran, dilaksanakan tidak hanya bagaimana memberikan nutrisi yang baik, pola makan, perilaku yang baik.
“Tetapi kita dihadapkan dengan dua tantangan besar, yang pertama kita dihadapkan dengan gadget bagi anak, yang kedua dihadapkan dengan narkoba, ini musuh besar yang harus kita hadapi dengan bijaksana, anak di satu sisi tidak boleh ketinggalan dari sisi teknologi, tetapi bagaimana orang tua bisa mengawasi. Oleh karena itu menurut saya bapak, ibu, orang tua harus betul-betul melakukan pengawasan, pengawasan macam-macam, ada pengawasan langsung, ada pengawasan lewat alat komunikasi, walaupun kita jauh mungkin anak kita ada di perantauan, di pondok, sedang kuliah dan sebagainya, sedang sekolah tetapi kita monitor,” ujarnya.
Sementara itu, Kadin PPPA Kabupaten Muaraenim Vivi Mariani dalam laporannya, pelatihan PAAR berlangsung selama dua hari, dari tanggal 22 hingga 23 November 2023.
“Peserta pelatihan tersebut terdiri dari 60 orang, diantaranya ibu-ibu, tenaga penyuluh atau kader di Kabupaten Muaraenim,” pungkasnya.(**)











