Pol PP Tertibkan Pedagang di Sekitar Masjid Agung Palembang

Jumat, 25 Maret 2016
Pedagang sekitar Masjid Agung Palembang

Palembang, Sumselupdate.com – Mungkin ada yang berbeda di halaman Masjid Agung Palembang saat ini. Pasalnya, masjid kebanggaan masyarakat kota Palembang dan Sumsel tersebut dipastikan sudah ‘steril’ dari hal-hal yang berbau komersial (niaga/perdagangan –red).

Biasanya, setiap hari Jumat, masjid yang terletak di jantung kota Palembang itu selalu ramai pedagang kaki lima (PKL) atau pasar tumpah maupun pengemis, serta banyaknya promosi dari produk-produk tertentu.

Read More

Namun, pihak Yayasan Masjid Agung Palembang telah memberlakukan pelarangan, untuk berada di lokasi seminggu lalu demi menjaga keindahan masjid yang selama ini menjadi ikon kebudayaan agama islam.

Menurut Ketua Pembina Masjid Agung Palembang Kms H Abdul Halim Ali, ia tak memungkiri jika Masjid Agung Palembang  sudah beberapa tahun terakhir, sudah banyak pedagang  tumpah yang berjualan jelang sholat Jumat atau pun sesudahnya, yang jika diperhatikan sudah tidak pantas lagi untuk di rumah ibadah.

Pasalnya dengan banyaknya pedagang yang berjualan di sana, menjadikan masjid terkesan kotor dan menjadikan niat jamaah yang hendak sholat terhambat.

“Saya selaku pembina Masjid agung dan tokoh masyarakat tidak senang, jika di kawasan masjid Agung kotor, dan banyak komersialnya,”kata H Halim didampingi dewan pengawas masjid Agung Palembang Adi Rasyidi, Jumat (25/3).

Dengan kondisi seperti itu, pihaknya telah meminta pihak Pemkot, Pemprov dan aparat terkait (Polda Sumsel serta Kodam II Sriwijaya), untuk melakukan penertiban jika masih terdapat pedagang maupun pengemis yang masih nekad berjualan.

“Masjid Agung Palembang tidak ada yang punya, tapi punya Allah,  dan ini semerawut tidak bersih jadinya. Kita juga minta pengertian semua pihak termasuk pedagang maupun masyarakat untuk bersama-sama menjaga rumah Allah tersebut,” terangnya.

H Halim pun menjelaskan, dirinya sebagai seorang tokoh masyarakat dan muslim, ikut terpanggil untuk menjaganya, termasuk dari kesan komersial selama ini.

“Kita tahulah, sebelumnya beberapa puluh rumah yang berada di sekitaran masjid Agung digusur dengan diganti demi menjaga kelestarian masjid tersebut. Tetapi, sekarang, tiba-tiba pedagang kecil mencari uang di sana. Jadi tidak bagus, karena tidak ada tempat parkir sehingga jumlah jamaah berkurang terkadang yang hendak menjalankan sholat,” ungkap H Halim seraya dirinya tidak menentang para pedagang tersebut, namun perlu ditata kembali oleh pihak Pemkot Palembang agar keindahan dan religinya tidak berkurang.

Ditambahkannya, apa yang ia lakukan bukan semata-mata keinginan pribadinya, tetapi demi kepentingan umat islam setelah mendapat masukan dari sekitar 11 pengurus masjid di Palembang, sebelum mengambil tindakan.

“Alhamdulillah saat ini sudah ada beberapa masjid yang kita upayakan untuk menjaga kelestariannya, termasuk akses ke lokasi masjid yang terkadang jadi kendala selama ini, seperti di Masjid Al Falah (Jl Rajawali), masjid di Jalan depan PTC,  dan Majisd KI Marogan Kertapati,” katanya.

Selain itu, H Halim juga menjamin, apapun bentuk komersial (iklan/promosi) di lingkungan masjid Agung Palembang, telah ditertibkan, dan tidak melihat itu produk tertentu.

“Prinsipnya, kita amankan dan makmurkan setiap masjid yang ada. Khusus di Masjid Agung Palembang, jika perlu dana tidak usah dikomersilkan melainkan menyampaikannya ke saya, dan saya berusaha membantunya. Bagi Pemkot, Pemprov dan pihak keamanan kita terima kasih telah dibantu untuk menertibkannya,” katanya.

Sementara itu, Kasat Pol PP Kota Palembang, Tatang Duka Direja dihubungi malam ini membenarkan kalau pihaknya telah menertibkan pedagang halaman Masjid Agung Palembang, sekitar trotoar Masjid Agung Palembang.

“Akibat mereka berjualan di trotoar sekitar Masjid Agung Palembang banyak trotoar pecah-pecah sehingga kita tertibkan juga,” katanya.

Tatang memastikan kalau seterusnya para pedagang tidak diperbolehkan untuk berdagang di halaman Masjid Agung Palembang dan sekitarnya. (erk)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts