Baturaja, Sumselupdate.com – Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (R-APBD) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) 2017 sudah disahkan DPRD setempat. Pemkab bersama DPRD Sumsel sudah memangkas (rasionalisasi) anggaran di satuan kerja perangkat daerah (SKPD).
Anggota Komisi I DPRD OKU Yudi Purna Nugraha menuturkan bahwa besaran anggaran yang dipangkas ditiap-tiap SKPD rata-rata 15 persen.
“Plafon anggaran SKPD menurun semua. Rata-rata turun 15 persen. Apalagi nanti ada SKPD baru, jadi sebagian anggaran di back-up ke SKPD baru agar dapat bertahan satu tahun ke depan,” ujar politisi termuda di DPRD OKU ini.
Dijelaskan Ketua Fraksi PKB itu, faktor penyebab flapon anggaran SKPD menurun, salah satunya adalah dana bagi hasil migas yang mengalami penurunan.
“Jadi bukan hanya karena defisit. Sebab yang namanya defisit tiap tahun pasti terjadi. Maksimal defisit itu biasanya 4,5 persen dari APBD. Pada APBD-P, defisit itu akan di nol kan,” ujarnya.
Bagaimana dengan kegiatan fisik (proyek pembangunan)? Kata Yudi, untuk fisik juga menurun, nilainya. Meski demikian, akan tetap ada beberapa kegiatan yang namanya pembangunan jalan, pemeliharaan jalan, termasuk peningkatan jalan.
“Untuk fisik ada di dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PUBM) dan PU Pemukiman. Namun nilainya menurun sekitar 40-50 persen,” urainya. (yan)











