Pimpinan Komisi X DPR Dorong Pendidikan Karakter Ponpes Masuk Kurikulum Nasional

Writer: - Kamis, 16 Oktober 2025
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani. (Foto; Sumselupdate.com/Humas DPR RI)

Jakarta, Sumselupdate.com – Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani mendorong agar pendidikan karakter  di Pondok Pesantren (Ponpes) diadopsi sekolah umum. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bahkan didorong memasukkan pendidikan karakter ke kurikulum pendidikan nasional.

Hal tersebut  disampaikan Lalu dalam diskusi dialektika demokrasi bertajuk ‘Antara Tradisi dan Modernitas: Mampukah Pesantren Bertahan di Tengah Gempuran Globalisasi?’.

Read More

“Etika, adat moral, sopan santun, dan menghargai guru itu harus menjadi contoh dari pendidikan-pendidikan umum. Kami akan mendorong itu masuk ke kurikulum pendidikan nasional,” kata Lalu melalui virtual di  Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (16/10/ 2025).

Menurut Lalu, ponpes merupakan tempat di mana nilai-nilai ke-Indonesiaan, yakni gotong royong, hormat kepada guru, dan ketulusan hati terus tumbuh dan hidup.

Lalu bahkan menyebut bila bangsa sekarang perlu kembali belajar adab dari pesantren melalui kiai.

Legislator Fraksi PKB ini menambahkan, ponpes merupakan tempat sakral yang masih mengajarkan keikhlasan di tengah modernitas. Dikatakan,   menjaga muruah pesantren bukan sekadar membela satu lembaga tetapi menyembuhkan luka moral bangsa dan negara.

Dalam upaya merawat kehormatan ponpes, Lalu menegaskan Komisi X DPR RI bakal mempertegas posisi pendidikan pesantren dalam Revisi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003. Perubahan payung hukum itu diperlukan agar negara betul-betul mengakui keberadaan hingga hak dari ponpes.

“Insyaallah kami akan memperjelas posisi pendidikan pesantren, agar apa agar betul-betul diakui negara, hak-haknya disamakan dengan hak-hak dari pendidikan,” katanya.

Dia yakin dan percaya pondok pesantren yang hari ini terus tegak berdiri tetap berkomitmen  membimbing mendidik dan mempersiapkan generasi penerus bangsa.

Ketua DPW PKB Nusa Tenggara Barat (NTB) ini berharap pemerintah benar-benar hadir untuk ponpes. Negara tidak boleh mengabaikan peran ponpes melahirkan banyak pemimpin hingga para pemikir Tanah Air.

“Saya berharap pemerintah harus stabil dan negara harus hadir, bagaimanapun pondok pesantren banyak menciptakan pemimpin bangsa dan banyak menelurkan  pejuang para pemikir-pemikir Republik,” tegasnya.

(**)

 

 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts