Pijat Kretek Ternyata Menyimpan Dampak Negatif, Simak Penjelasannya  

Writer: - Selasa, 5 Desember 2023
Ilustrasi pijat kretek.

Jakarta, Sumselupdate.com – Chiropractic atau yang lebih dikenal dengan sebutan pijat kretek merupakan salah satu bentuk perawatan kesehatan.

Pijat kretek ini menawarkan pendekatan komplementer dan alternatif yang menarik perhatian banyak orang.

Read More

Penting untuk dicatat bahwa chiropractic tidak termasuk dalam ranah ilmu kedokteran konvensional, namun, dalam proses penanganannya, melibatkan tahapan medis seperti diagnosis dan perawatan.

Chiropractic tidak hanya dipandang sebagai terapi pengobatan, tetapi juga sebagai langkah pencegahan terhadap penyakit, terutama yang terkait dengan sistem neuromuskulo-skeletal.

Terapi ini berupaya untuk mengatasi dampak penyakit tersebut pada kesehatan secara keseluruhan.

Baca Juga: UU Kesehatan Dituding Jadi Pintu Masuk Dokter Asing di Indonesia

“Orang yang melakukan pijat ini biasanya sudah terlatih  untuk melakukan manipulasi sendi dan telah mempelajari struktur anatomi sistem pergeraka manusia,” kata dr Omar Luthfi, SpOT (K) Spine kepada Beritasatu.com belum lama ini.

Dijelaskan lebih lanjut, sebagian masyarakat percaya bahwa pijat kretek dapat menyembuhkan berbagai penyakit, seperti pegal-pegal, nyeri sendi, bahkan saraf terjepit.

Namun, menurut dr Omar, tidak semua kondisi penyakit dapat ditangani dengan pijat ‘kretek’.

Pada kondisi pegal-pegal akibat kelelahan otot, serta kondisi sendi yang masih normal, tindakan manipulasi sendi oleh tenaga terlatih seperti chiropractic merupakan terapi yang aman dikerjakan dan dapat memberikan rasa nyaman.

Baca Juga: Jual Alat Kesehatan Tanpa Izin Secara Online, Warga Palembang Ini Diciduk

“Namun, pada kondisi penyakit yang lebih serius, seperti pengapuran sendi, cedera ligamen, patah tulang, serta saraf terjepit, pijat ‘kretek’ justru malah dapat membuat kondisi bertambah parah,” bebernya.

Pijat kretek pada kondisi di atas dapat menyebabkan cedera bertambah berat, atau bahkan nembuat jaringan lain yang sebetulnya masih sehat menjadi ikut cedera.

“Terlebih pada manipulasi tulang belakang, terapi “kretek” harus sangat hati-hati untuk dikerjakan, karena dilakukan pada lokasi salah satu sumber persarafan utama pada tubuh manusia,” tutupnya. (brc)

 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts