PALI, Sumselupdate.com – Para petani di wilayah Bumi Serepat Serasan saat ini semakin sulit saja. Pasalnya, harga karet diwilayah ini terus mengalami saat ini. Tak tangung-tangung harga getah karet harian kini berada diangka terendah yakni, Rp.4300 perkilogramnya untuk getah karet
Menurut Kardi (48), salah satu petani karet asal Desa Karang Agung, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), bahwa harga tersebut merupakan harga termurah yang dirinya ketahui sejak menjadi petani karet. “Seumur hidup saya harga ini merupakan harga termurah yang kami alami sejak menjadi petani karet. Tentu kita sedih melihat keadaan ini, karena sangat sulit untuk menghidupi keluarga kami,” katanya, Minggu (24/2/2019).
Senada dikatakan, Amat (34), petani asal Desa Betung, Kecamatan Abab, bahwa dirinya terpaksa harus mencari pemasukan lainya dengan menjadi buruh tebas rumput, agar kebutuhan keluarganya bisa terpenuhi.
“Kami ini ini cuma buruh, nyadap karet orang lain. Jadi hasilnya tentu berbagi dengan yang punya kebun. Ditambah lagi cuaca yang tidak menentu pak. Masa ini merupakan masa yang paling sulit bagi kami,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten PALI Devi Harianto SH MH mengatakan, bahwa anjloknya harga karet ini merupakan masalah nasional, yang terjadi menimpa para petani karet di nusantara.
“Untuk itu, kita minta para petani karet agar bisa meningkatkan kwalitas getah karet tersebut, karena dengan kwalitas yang bagus tentu akan meningkatkan harga jual. Jadi kita harap para petani untuk bersabar dan menunggu adanya perubahan,” terangnya. (adj)











