Pagaralam, Sumselupdate.com – Profesi sebagai petani yang seharusnya menanam dan memanen hasil bumi, justru disalahgunakan oleh seorang pria bernama Gusti Rangga (30). Warga Kelurahan Jokoh, Kecamatan Dempo Tengah, Kota Pagaralam ini ditangkap Satuan Reserse Narkoba Polres Pagaralam karena terlibat dalam peredaran narkotika jenis sabu.
Penangkapan dilakukan pada Selasa (4/11/2025) dini hari sekitar pukul 00.30 WIB di kawasan Gang Taman Siswa, Jalan Dempo Raya, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Pagaralam Selatan. Saat itu, tim yang tengah melakukan penyelidikan menemukan gelagat mencurigakan dari seorang laki-laki yang mondar-mandir di sekitar bedeng.
Setelah dilakukan pemeriksaan, pria itu diketahui bernama Gusti Rangga. Dari penggeledahan yang disaksikan warga, polisi menemukan satu bungkus plastik bening berisi sabu seberat 1,11 gram, serta perangkat alat hisap (bong dan kaca pirek).
Kapolres Pagar Alam AKBP Januar Kencana Setia Persada S. Ik, melalui Kasat Narkoba Iptu Doris Pidriandi MH didampingi Kasi Humas Iptu Mansyur SH, membenarkan penangkapan tersebut.
“Pelaku mengakui bahwa sabu itu adalah miliknya dan diperoleh dari seseorang bernama D. Dari hasil tes urine, pelaku juga positif metamfetamin dan amfetamin,” ujar Iptu Doris.
Lebih lanjut, Doris menjelaskan bahwa penangkapan ini merupakan bagian dari Operasi Sikat Musi 2025 yang tengah digencarkan Polres Pagaralam untuk menekan peredaran narkotika di wilayah hukum mereka.
Baca juga : Pengedar Shabu di Pagaralam Tertangkap, Polisi Ungkap Barang Bukti Mengejutkan
“Kami terus berkomitmen untuk memutus mata rantai peredaran narkoba, termasuk di wilayah pedesaan. Profesi apapun tidak bisa menjadi alasan untuk melanggar hukum,” tegasnya.
Pelaku kini ditetapkan sebagai tersangka pengedar dan dijerat Pasal 114 ayat (1) atau Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara.
Polisi masih melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan pemasok yang disebut oleh tersangka.
Baca juga : Geger! Dua Pengedar Shabu Ditangkap di Kafe Pagaralam, Mahasiswa Ikut Terlibat
“Kami sedang mendalami peran pihak lain yang disebut pelaku. Tidak menutup kemungkinan ada jaringan lebih besar di balik ini,” tambah Iptu Doris.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa penyalahgunaan narkotika dapat menjerat siapa saja, bahkan mereka yang sehari-hari bekerja di ladang dan kebun. Di balik tenangnya suasana pegunungan Pagar Alam, perang melawan narkoba masih terus berlangsung. (**)











