Pesta Panggil Suku Ketapik Desa Kacung ke-79 Berlangsung Meriah

Penulis: - Minggu, 23 Juni 2024
Bupati Bangka Barat, Sukirman memukul gong tanda dimulainya tradisi tahunan Pesta Panggil Suku Ketapik ke-79 di Desa Kacung, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Minggu (23/6/2024).

Bangka Barat, Sumselupdate.com –  Sebagai tanda rasa syukur kepada Yang Maha Kuasa, masyarakat Desa Kacung, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar tradisi tahunan Pesta Panggil Suku Ketapik ke-79.

Salah satu puncak kegiatannya adalah arak-arakan bersama para Petinggi Negeri serta tiga santri yang telah mengkhatamkan Alquran, Minggu (23/6/2024).

Bacaan Lainnya

Masyarakat yang antusias untuk menyaksikan dimulainya pesta adat telah berkumpul di halaman Kantor Desa Kacung sejak pagi hari.

Tradisi tahunan ini menyuguhkan beragam macam hiburan meriah yang menarik perhatian para penonton, di antaranya adalah tari tradisional, pertunjukan silat, hingga arak-arakan menggunakan kereta dorong.

Bupati Bangka Barat, Sukirman menjelaskan dalam sambutannya, Pesta Panggil Suku Ketapik merupakan warisan para leluhur sebagai wadah untuk saling mempererat kebersamaan dan wujud kesyukuran.

“Sedekah Khatam Quran Suku Ketapik Desa Kacung adalah adat budaya yang dilaksanakan setiap tahun yang merupakan warisan nenek moyang semenjak dahulu. Pemkab Bangka Barat mendukung pelaksanaan sedekah Khatam Quran, agar dilestarikan dan menjadi kebanggaan Bangka Barat,” ungkap Sukirman.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Wydia Kumala Sari menuturkan, acara yang digelar usai Hari Raya Iduladha setiap tahunnya ini berpotensi menarik para pelancong dari luar daerah untuk berkunjung.

“Ini akan kita promosikan ke luar Bangka Belitung terutama ke Sumatera Selatan, Palembang, bersama Dinas Pariwisata yang ada di sana, agar dapat menarik wisatawan untuk hadir dan datang ke Bangka Belitung terutama ke Kabupaten Bangka Barat,” jelas Wydia.

Usai persembahan tarian tradisional serta pertunjukan silat Akek Bintit, para tamu kehormatan dan rombongan bersama-sama membunyikan gong serta membuka tirai pertanda kegiatan resmi dimulai.

Rangkaian acara pun berlanjut menuju ajak arak-arakan bersama santri-santriwati Desa Kacung yang khatam Quran dengan menggunakan kereta dorong yang telah dihiasi aneka ragam rupa. (**)

 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.