Palembang, Sumselupdate.com – Buntut viralnya insiden yang melibatkan oknum polisi berinisial Aiptu FN dengan sekelompok petugas debt colector beberapa waktu lalu, memantik Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Sumsel bersepakat untuk tidak melakukan aksi arogan dalam penyelesaian permasalahan fidusia.
Kesepakatan itu diambil setelah Subdit II Fismondev/Perbankan Ditreskrimsus Polda Sumsel melaksanakan pertemuan dengan puluhan perusahaan pembiayaan yang tergabung dalam APPI Sumsel.
Pertemuan itu dipimpin Wadirreskrimsus Polda Sumsel, AKBP Witdiardi, SIK, MH dan Kasubdit Perbankan, AKBP Hadi Saefudin, SE, MH dengan perwakilan APPI Sumsel di ruang Devia Cita Ditreskrimsus Polda Sumsel, Selasa (26/3/2024) siang.
Dari pertemuan itu ada beberapa poin yang menjadi catatan bagi ke anggotaan APPI Sumsel yang keseluruhannya bermuara pada penyelesaian yang humanis.
Bahwa sudah ada Standar Operasional Prosedur (SOP) yang harus dipenuhi dalam melakukan penagihan. Mulai dari pemberian Surat Peringatan (SP) pertama, SP kedua hingga dapat membuat laporan jika masih tetap tak dibayar.
“Disepakati pula dari rekan-rekan pembiayaan anggota APPI Sumsel untuk menjaga validitas data melalui proses marketing awal yang benar. Sehingga ke depan tidak akan ada lagi data-data yang tidak valid untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan yang terjadi di lapangan,” sebut Witdiardi usai pertemuan, Selasa (26/3/2024) siang.
Hal senada juga disampaikan Kasubdit Ii Fismondev/Perbankan Ditreskrimsus Polda Sumsel, AKBP Hadi Saefudin yang mengimbau kepada lembaga pembiayaan tindak ada lagi sikap arogan dalam prakteknya.
“Apalagi yang mengarah pada aksi premanisme dalam melakukan penagihan kredit di lapangan,” sebut dia.
Sementara itu, Ketua APPI Sumsel, Indra menyebut pihaknya sangat menyayangkan terkait terjadinya tindak kekerasan dalam penagihan kredit kendaraan yang terjadi melibatkan personil Sat Samapta Polres Lubuk Linggau dan pihak ketiga yang disinyalir adalah Debt Colector.
“Prinsipnya kami sepakat dalam melakukan penagihan kredit kendaraan bermotor lebih mengutamakan ketertiban dan keamanan. Kalaupun terjadi insiden di lapangan itu ulah oknum dan akan kami berikan teguran hingga edukasi mengenai cara penagihan yang berkaitan dengan fisudia sesuai aturan,” ungkap Indra.
Di kesempatan itu, Indra menyampaikan penghargaan dan terima kasihnya kepada jajaran Polda Sumsel termasuk Ditreskrimsus Polda Sumsel. Atas inisiasi dan sarannya demi kebaikan dan perbaikan bagi ke-50 anggota APPI Sumsel. (**)











